Memperbaiki Sarana dan Prasarana Pendidikan, Meningkatkan Mutu Peserta Didik

PERISTIWA | 8 September 2019 17:01 Reporter : Anwar Khumaini

Merdeka.com - Perbaikan sarana dan prasarana pendidikan menjadi atensi Pemerintah
Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat (Jabar) di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan Standar Sarana dan Prasarana sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Prov. Jabar Dewi Sartika, problem krusial Pemdaprov Jabar terkait sarana dan prasarana adalah keterbatasan lahan sekolah untuk penambahan Ruang Kelas Baru (RKB), khususnya di daerah perkotaan.

"Yang berakibat tidak dapat terpenuhinya jumlah rombongan belajar (rombel) dan ruang belajar sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Maka itu, kami terus berupaya memperbaiki sarana prasarana SMA, SMK, maupun SLB di Jabar," kata Dewi.

Dewi mengatakan, ada dua sumber anggaran guna meningkatkan standar sarana dan prasarana, yakni Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) serta Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN. Dua sumber anggaran tersebut dialokasikan supaya sarana dan prasarana pendidikan di Jabar
meningkat.

"Kami juga fokus menambah dan memperbaiki fasilitas praktik SMK se-Jabar. Jangan sampai ketersediaan fasilitas praktik di SMK terkendala. Karena jika fasilitas praktik di SMK minim atau kurang, proses pembelajaran akan terganggu," ucapnya.

Selama 2019, Disdik Jabar merehabilitasi ruang kelas atau belajar sebanyak 488 ruangan di 123 sekolah. Lalu, 16 ruangan guru di 16 sekolah direhabilitasi. Disdik Jabar pun membangun 298 RKB di 137 sekolah dan 177 Laboratorium IPA di 138 sekolah. Kemudian, 295 toilet baru
dibangun di 141 sekolah.

Selain pembangun, Disdik Jabar mengalokasikan DAK APBN untuk pengadaan Alat Peraga Pendidikan di 149 sekolah dan pengadaan Alat Kesenian Tradisional di 34 sekolah.

Sementara itu, Disdik Jabar mengalokasikan APBD untuk pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) dilakukan di 6 sekolah, pembangunan RKB di 4 SMA Negeri, pembangunan rehabilitasi di 2 SMA Negeri, pembangunan pagar di 15 SMA Negeri, pengadaan komputer di 27 SMA Negeri, dan pengadaan Meubeullair di 39 SMA Negeri.

Kemudian, pengadaan Mobile Interaktif Pendukung Kelas Digital di 73 sekolah, pengadaan perangkat Monitoring Kelas dan Presensi Terintegrasi di 150 sekolah, dan pemantapan lahan di 1 sekolah.

Dewi menyatakan, pihaknya optimistis sarana dan prasarana pendidikan di seluruh Jabar terus meningkat dan dapat memenuhi SNP yang telah ditetapkan. "Perbaikan sarana dan prasarana akan terus dilakukan. Selain memenuhi SNP, perbaikan sarana dan prasarana dapat meningkatkan mutu peserta didik," katanya.

(mdk/paw)