Menag akan Bantu Korban First Travel Berangkat Umroh

Menag akan Bantu Korban First Travel Berangkat Umroh
Fachrul Razi. ©2019 Merdeka.com
NEWS | 29 November 2019 13:23 Reporter : Sania Mashabi

Merdeka.com - Menteri Agama Fachrul Razi berjanji memberangkatkan umroh para korban penipuan First Travel. Dia berharap, para korban bisa diberangkatkan secara bertahap dalam lima tahun ke depan.

"Mudah-mudahan bisa kami titip ke beberapa tempat, dan mudah-mudahan butuh beberapa kali, lima tahun bisa teratasi. Selama periode kedua kepemimpinan Pak Jokowi kita bisa selesai, mudah-mudahan," kata Fachrul dalam Rapat Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/11).

2 dari 2 halaman

Buat Korban Kurang Mampu

Fachrul mengatakan, pihaknya fokus memberangkatkan korban yang kurang mampu. Dia pun berharap para korban yang mampu berkenan menambah sedikit biaya keberangkatan agar bisa segera berangkat ke tanah suci.

"Kelihatannya ada teman-teman korban First Travel orang kaya. Yang mestinya bisa umroh plus pun masih mampu, tapi mengambil First travel promo lagi. Ini mungkin akan kami ajak ngomong bagaimana karena punya share kesalahan juga. Bagaimana kalau direlakan untuk teman-teman yang enggak punya," ungkapnya.

"Mungkin kita minta dia (korban) tambah Rp8 juta, kemudian akan kami coba susupkan ke beberapa travel yang selama ini dalam tanda petik sudah punya keuntungan agak banyaklah selama menjalankan haji," ucapnya. (mdk/rnd)

Baca juga:
Sidang Perdata First Travel Ditunda, Ini Alasan Hakim
Korban First Travel Kesal Sampai Pukul Meja Saat Hakim Tunda Sidang
YLKI Sebut Putusan MA soal Sita Aset First Travel Tak Tepat, Negara Tak Dirugikan
Sidang Putusan Gugatan Perdata First Travel Ditunda, Seorang Ibu Pingsan
Menteri Agama Kesulitan Cari Jalan Keluar Kasus First Travel
Aset First Travel Disita Negara, DPR Bakal Minta Solusi ke Menteri Agama

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami