Menag Fachrul Razi Ajak Masyarakat Meneladani Sikap Nabi Muhammad SAW

PERISTIWA | 17 November 2019 20:33 Reporter : Afif

Merdeka.com - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 Hijriah di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) yang digelar di pelataran Masjid Jamik Darussalam, Banda Aceh, Minggu (17/11).

Pada kesempatan itu, Menag Fachrul Razi mengajak semua pihak agar memiliki sikap berani dengan kebenaran seperti Rasulullah. Fachrul Razi juga mengajak civitas akademika Unsyiah untuk selalu meneladani sifat Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Selama hidupnya, sebut Menag, Rasulullah SAW telah mencontohkan sifat mulia yang dapat dijadikan suri tauladan di kehidupan. Salah satunya adalah bagaimana berperilaku baik dan menunjukkan rasa kasih sayang antarmanusia, termasuk kepada mereka yang berbeda keyakinan.

Ia mengambil contoh bagaimana sifat Rasul yang tetap lembut dan ramah kepada wanita Yahudi yang kerap menghinanya. Rasulullah tidak menaruh dendam, bahkan memuliakan wanita Yahudi itu saat ia membutuhkan pertolongan.

Sikap inilah yang menurut Fachrul Razi harus banyak diterapkan di kehidupan sehari-hari. Sikap saling mengasihi dan menyayangi, terlebih lagi di Indonesia yang memiliki kehidupan majemuk.

Ia juga menyinggung bagaimana kuatnya prinsip Rasulullah selama hidupnya. Rasul selalu berani menunjukkan kebenaran, walaupun ia kerap mengalami cemoohan dan hinaan. Prinsip ini layak diteladani oleh para pemimpin di dunia.

"Nabi Muhammad selalu menunjukkan kebenaran dan itu sangat penting, setidaknya menangkal isu miring yang beredar," ujar Fachrul yang pernah mengecap pendidikan di Fakultas Teknik, Unsyiah.

Sementara itu Rektor Unsyiah, Prof. Samsul Rizal mengatakan peringatan maulid ini dilaksanakan untuk merenungi kembali cara Rasulullah hidup, bersikap, beribadah, bahkan cara beliau bermuamalah.

Semasa hidupnya, Nabi Muhammad Saw dikenal sangat jujur, bijaksana, penyayang, namun tetap tegas pada kekafiran. Sayangnya, akhlak mulia ini tidak mudah diwariskan. Bahkan saat ini, sangat sulit menemukan orang yang berakhlak mulia.

"Fakta menunjukkan, bahwa orang pintar semakin banyak, tapi orang berakhlak mulia semakin berkurang," ujarnya.

Rektor juga menyinggung jika saat ini, umat muslim sering diidentikkan dengan kekerasan, terorisme, dan radikalisme. Seolah-olah, semakin dekat seseorang dengan Islam, maka semakin cenderung orang tersebut menjadi kasar dan radikal.

Padahal tuntunan Alquran justru sebaliknya. Ketika seseorang semakin takwa dan dekat kepada Allah SWT, ia akan cenderung suka membantu orang lain, tidak gampang terpancing amarah, dan mudah memaafkan orang lain.

"Terlepas dari rencana pihak luar yang menempelkan prototype negatif bagi Islam, kita semua idealnya harus berusaha mempraktikkan akhlak Islam yang sesungguhnya," pungkasnya.

Baca juga:
Penertiban Lahan Kondusif, Kemenag Optimistis Kampus UIII Beroperasi Mulai 2020
Mendikbud Nadiem Dukung Rencana Menag Fachrul Rombak 155 Buku Pelajaran Agama
Menag Fachrul Kirim Tim Usut Insiden Penolakan Upacara Piodalan di Bantul
MUI Jatim Imbau Pejabat Tak Pakai Salam Semua Agama, Ini Respons Menag
Rakornas Indonesia Maju, Menag Fachrul Razi Bahas Sumber Daya Manusia
Kutip Data BNPT, Menag Sebut Banyak Orang Indonesia Belajar Agama di Internet
Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Ini Akar Masalah Tumbuhnya Radikalisme di RI

(mdk/gil)