Menag Fachrul Razi Belum Tahu Jumlah Penceramah untuk Tekan Radikalisme

PERISTIWA | 22 November 2019 09:51 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Menteri Agama Fachrul Razi mengaku belum tahu mendetail jumlah penceramah yang akan diterjunkan untuk menekan paham radikalisme di masyarakat. Namun ia menyebutkan, Kementerian Agama memiliki jumlah penceramah cukup banyak, meski tidak menyebut persis jumlahnya.

"Waduh secara tajam saya belum tahu yah, tapi kalau kita di sini kita kami kan punya penyuluh agama yang luar biasa banyak," katanya di kantor Kementerian Agama, Jakarta, Jumat (22/11).

Mantan Wakil Panglima TNI itu menginginkan agar para penceramah memberikan ceramah yang menyejukkan dan merangkul segala lapisan masyarakat. Ia enggan melabeli ada penceramah radikal, hanya saja, ada mengaku ada beberapa penceramah dianggap tidak bisa memilah penggunaan diksi, konteks serta lingkup ceramah.

Guna menekan pemahaman yang memicu gesekan masif, penceramah yang dimiliki Kemenag diharapkan mampu berdialog dengan penceramah 'keras'.

"Akan kita manfaatkan ceramah-ceramah yang menyejukkan dan nanti kemudian mengimbau semua penceramah-penceramah lain yang memang kata-katanya memang enggak bisa kita bilang radikal tapi kadang-kadang kurang waspada mengangkat masalah," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Penceramah untuk Tangkal Radikalisme

Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Suhardi Alius menegaskan pihaknya terus meminimalisir munculnya paham-paham radikal negatif. Menurutnya, Menteri Agama Fachrul Razi berencana mengeluarkan 260 ribu penceramah untuk menanggulangi paham kekerasan.

BNPT juga sudah melakukan rapat koordinasi penanggulangan terorisme bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Mengerti Agama Fachrul Razi dan Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto beberapa waktu lalu. Suhardi menjelaskan, dalam rapat itu sudah disepakati semua pihak akan bekerja sama menanggulangi terorisme.

"Pak menteri agama mengatakan pada saat bertemu wapres itu kita punya 260 ribu penceramah dan akan kita aktifkan itu," kata Suhardi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, (21/11).

Dia menjelaskan penceramah itu akan ditempatkan dititik-titik rawan paham radikal. Suhardi berharap cara ini akan berhasil.

"Kita akan tentukan di mana saja titik-titik prioritas, mudah-mudahan ini adalah hal yang sangat baik," ungkapnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Sambangi Pondok Pesantren Lirboyo, Menag Samakan Persepsi Tangkal Radikalisme
VIDEO: Cegah Radikalisme, Perekrutan CPNS Diperketat
Agar Tak Gaduh, Kepala BNPT Ogah Rilis Data Instansi Terpapar Radikalisme
Langkah Menteri Agama Agar PNS dan CPNS Tak Terpapar Radikalisme
Kepala BNPT Sebut Kemenag Akan Turunkan 260 Ribu Penceramah Lawan Radikalisme
Bantah Ryamizard, Kepala BNPT Tegaskan Data 3% TNI Radikal Tak Akurat