Menag Lakukan Moderasi Cara Masyarakat Beragama

Menag Lakukan Moderasi Cara Masyarakat Beragama
PERISTIWA | 26 November 2019 16:48 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Menteri Agama Jenderal TNI (Purnawirawan) Fachrul Razi menyebut perpecahan umat dengan mengatasnamakan agama berpotensi terjadi. Oleh karena itu, pihaknya fokus melakukan moderasi mengenai cara para penganut dalam beragama.

Ia menegaskan bahwa konsep moderasi tidak hanya untuk umat Islam, tapi untuk semua penganut agama lainnya.

"Tentu saja semua agama, penganutnya, pasti meyakini bahwa agamanya benar, itu harus dihormati. Hanya saja dalam kehidupan sosial bersama, bagaimana kita rukun, menjaga NKRI, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan Undang Undang Dasar 1945," kata dia melalui siaran pers yang diterima berkaitan dengan Peresmian Rumah Moderasi Beragama di Kampus Tiga UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Cileunyi Kabupaten Bandung, Selasa (26/11).

"Jadi saya ingin ingatkan sekali lagi bahwa yang dilakukan kita adalah memoderasi cara beragama, bukan memoderasi agama. Karena agama sudah moderat, Islam sudah sangat moderat, rahmatan lil alamiin," tegasnya.

Ia pun mengapresiasi pembangunan rumah moderasi yang dilakukan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Sebagai pilot project, program ini harus ditularkan ke seluruh lembaga dan agama di Indonesia.

Di lain pihak, dia mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi garda terdepan dalam mengembangkan sikap moderat, disiplin dalam bertugas dan penguatan wawasan kebangsaan serta tidak menjadi pengembang benih-benih radikalisme.

Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof Mahmud menyatakan rumah moderasi yang diresmikan merupakan yang pertama dari 58 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia.

Di rumah moderasi, pihaknya menerapkan pola pendidikan yang berfokus melahirkan Sarjana Ulama yang bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Yakni lulusan ditargetkan memiliki kapasitas hafiz, memahami Alquran serta menguasai teknologi dengan prinsip moderat dan cinta NKRI.

Rumah moderasi ini juga ke depannya akan menjadi pusat pelatihan moderasi beragama bagi dosen agama di Perguruan Tinggi Umum, guru-guru PAI, para penyuluh dan dai. Selain itu menjadi pusat analisis strategis penerapan moderasi beragama di masyarakat, menjadi pusat penelitian dan informasi moderasi beragama.

Dasar formal pendirian rumah moderasi beragama adalah arah kebijakan Menteri Agama RI periode 2019-2024, dan Surat Edaran DIRJEN PENDIS Nomor B-3663.1/Dj.I/BA.02/10/2019 tertanggal 29 Oktober 2019 tentang Edaran Rumah Moderasi Beragama. (mdk/cob)

Baca juga:
Kemenag: Penulisan Ulang Buku Pelajaran Agama Hampir Rampung
Stafsus Jokowi Anggap Radikalisme Hanya Diksi Tak Subtantif
Gebrakan Para Menteri Jokowi di Awal Kerja Ini Ramai Menjadi Sorotan
VIDEO: Menteri Agama Wacanakan Program Ulama Bersertifikat
Pospenas 2019 Melombakan 6 Cabang Olahraga dan Stand Up Comedy
Menag Fachrul Razi Belum Tahu Jumlah Penceramah untuk Tekan Radikalisme

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami