Menag Yaqut Puji Kemampuan Pesantren Hadapi Pandemi di Tengah Keterbatasan

Menag Yaqut Puji Kemampuan Pesantren Hadapi Pandemi di Tengah Keterbatasan
Menag Yaqut Cholil Qoumas. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 22 Oktober 2021 09:35 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Menag Yaqut Cholil Qoumas mengapresiasi kemampuan pesantren dalam menghadapi wabah Covid-19. Hal tersebut menjadi gambaran nyata saat pesantren memiliki kemampuan menghadapi pandemi Covid-19 di tengah berbagai keterbatasan fasilitas.

"Kita patut mengapresiasi pengalaman beberapa pesantren yang berhasil melakukan upaya pencegahan, pengendalian, dan penanganan atas dampak pandemi Covid-19 ini," katanya saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Santri di halaman kantor Kemenag, Jakarta, Jumat (22/10).

Dia menilai pesantren memiliki modal utama dalam menghadapi tantangan, yaitu tradisi dan sikap kehati-hatian, yang selama ini diajarkan oleh para kiai kepada santri-santrinya. Kemudian, keteladanan para kiai berkontribusi untuk mendorong para santri bersedia ikut vaksinasi yang saat ini sedang diprogramkan oleh pemerintah.

Dia mengajak para santri dan seluruh elemen masyarakat untuk mendoakan para pahlawan terutama dari kalangan ulama, kiai, santri yang telah syahid di medan perang demi kemaslahatan bangsa dan agama. Hari Santri tidak terlepas dari perjuangan mereka yang pada 22 Oktober 1945 menerbitkan Resolusi Jihad di bawah komando Hadratusy-Syaikh Hasyim Asy'ari.

"Resolusi Jihad ini kemudian melahirkan peristiwa heroik tanggal 10 Nopember 1945 yang kita diperingati sebagai Hari Pahlawan. Sejak ditetapkan pada tahun 2015, setiap tahun umat muslim Indonesia rutin menyelenggarakan peringatan Hari Santri," bebernya.

Sementara itu, dia juga mengatakan pada Peringatan Hari Santri Tahun 2021 ini, pesantren kembali mendapatkan 'kado indah' dari Presiden Joko Widodo. Kado tersebut yaitu Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren.

Perpres ini secara khusus mengatur tentang dana abadi pesantren yang dialokasikan dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidikan pesantren.Dua tahun sebelumnya, yaitu jelang peringatan Hari Santri 2019, kaum santri juga mendapatkan 'kado istimewa' berupa pengesahan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.

"UU Pesantren maupun Perpres Pendanaan Pesantren, merupakan bentuk rekognisi, afirmasi, dan fasilitasi negara terhadap pesantren. Ke depan, pesantren diharapkan terus mengembangkan fungsi pendidikan, fungsi dakwah dan juga fungsi pemberdayaan masyarakat," tegasnya. (mdk/ray)

Baca juga:
Sekjen Gerindra Harap Santri Isi Kemerdekaan dengan Inovasi dan Kreasi
Wapres Ma'ruf Harap Santri Berkontribusi Dalam Ekonomi Nasional
Ada Ceria dan Cerita di Pesantren Tunanetra
Saat Santri Mendadak Jadi Menteri
Sejarah Hari Santri Nasional 22 Oktober, Diresmikan Presiden Jokowi pada Tahun 2015

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami