Menaker: Jadikan May Day momentum kegembiraan bagi buruh&masyarakat

Menaker: Jadikan May Day momentum kegembiraan bagi buruh&masyarakat
Menteri Hanif di Bandung jelang mayday. ©2016 Merdeka.com
NEWS | 1 Mei 2016 09:03 Reporter : Haris Kurniawan

Merdeka.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri mendukung dan mendorong inisiatif berbagai kalangan yang menyerukan slogan May Day is a holiday sebagai momen kegembiraan bagi kalangan buruh dan masyarakat umum.

"Kita minta masyarakat umum tidak takut dan khawatir terhadap perayaan may day. Kita optimis perayaan may day esok hari dapat berjalan lancar dan kondusif,” kata Menaker Hanif saat membuka kongres Kongres Akbar V Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (K-Sarbumusi), di Lembang, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (30/4).

Hanif mengatakan, perayaan may day diharapkan menjadi momentum kegembiraan yang mendukung kepentingan pihak publik dan masyarakat umum dan kepengtingan kalangan buruh dan pekerja.

"Kita semua ingin agar publik tidak takut terhadap perayaan mayday. Sehingga masyarakat umum bisa mengapresiasi dan mendukung perjuangan para buruh yang dilakukan dengan berbagai cara," jelasnya.

Di lain pihak, Hanif berpesan kepada pekerja agar momen kegembiraan dalam perayaan mayday jangan sampai sampai diisi kegiatan-kegiatan yang kontraproduktif.

"Demo enggak masalah, tapi pastikan demo tertib, aman dan damai. Kita harus menjaga kepentingan masyarakat umum, jangan sampai salah paham terhadap perjuangan. Ini adalah perjuangan mulia. Namun jangan sampai caranya salah," pintanya.

Perjuangan buruh, katanya, adalah sesuatu yang mulia dan semestinya dilakukan juga dengan cara-cara yang baik. "Bahasa islamnya amal maruf nahi munkar. Jadi, menyerukan kebaikan atau kebajikan dengan cara yang bajik dan baik juga. Tujuan yang baik, harus dicapai dengan cara yang baik," kata Hanif.

Pemerintah mengharapkan May Day is a holiday bisa menjadi semangat bagi para pekerja. Selain itu, pemerintah juga ingin mengubah persepsi dan paradigma negatif tentang mayday dapat berubah. Di mana, selama ini may day identik dengan demo dan kemacetan, serta sweeping yang bersifat anarkis.

"Serikat Pekerja juga berkepentingan untuk menjaga agar kondusif. Dikalangan pekerja bisa dipahami kalau mayday diisi dengan berbagai kegiatan positif, kegembiraan dan berbagai kegiatan yang menguatkan kebersamaan sebagai anak bangsa," jelasnya.‪

Pemerintah, kata Hanif, sudah melakukan berbagai kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja antara lain dalam pengupahan, jaminan sosial, Tunjangan Hari Raya (THR) dan kebijakan akses keuangan bagi, bantuan transportasi, perumahan buruh, dll

Hanif juga mengatakan bahwa pemerintah terus berupaya dan mendorong peningkatan kompetensi bagi pekerja. Sehingga, masyarakat yang menganggur mendapatkan kesempatan untuk memiliki ketrampilan dan masuk ke pasar kerja. Sementara bagi yang sudah bekerja, dapat meningkatkan kompetensi agar memiliki daya saing dan upah yang meningkat.

"Dulu bila masuk BLK harus lulus SMA, sekarang bebas. Siapa saja tanpa memandang pendidikan formal bisa masuk. Kedua, dulu ada syarat umur nya, sekarang siapapun bisa mengakses ke BLK. Ini tentu membantu angkatan kerja kita, dimana 68 persen masih didominasi lulusan SD atau SMP," pungkasnya.

(mdk/hrs)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami