Menara seluler sementara dibangun di Lombok usai diguncang gempa 7 Skala Richter

PERISTIWA | 7 Agustus 2018 11:17 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah

Merdeka.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) masih melakukan pemulihan saluran telekomunikasi akibat gempa bumi 7 Skala Richter (SR) melanda Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (5/8). Terdapat 945 menara telekomunikasi atau 12,7 persen dari total BTS di wilayah tersebut yang terganggu pada Senin (6/8) pagi.

Pelaksana tugas Kepala Hubungan Masyarakat Kementerian Kominfo, Noor Iza mengatakan, 329 BTS di antaranya telah dapat dipulihkan pada Senin (6/8) sore. Sehingga jumlah BTS terkendala tersisa 616 menara atau tinggal 8,3 persen.

"Hal itu terjadi juga seiring dengan aktifnya kembali jaringan listrik PLN di kawasan kota," kata Noor Iza, seperti dikutip Antara, Selasa (7/8).

Noor Iza mengatakan, untuk akses daerah terisolasi pemulihan BTS terkendala oleh ketiadaan pasokan listrik. Karena pemakaian genset diutamakan untuk daerah vital dan simpul yang bisa menjangkau jaringan daerah lain.

Untuk itu, lanjut Noor Iza, operator telekomunikasi juga mengupayakan penambahan genset dari luar Lombok untuk ditempatkan di lokasi prioritas di posko pengungsian dan layanan kesehatan.

"Kominfo dan tim operator terus bekerja di lapangan, semakin cepat terpulihkan semakin baik," kata dia.

Bikin jaringan telekomunikasi alternatif

Kemkominfo melalui Badan Aksesibilitas Teknologi Informasi (Bakti) menyediakan VSAT untuk memberikan layanan internet ke sejumlah posko di NTB. Jaringan telekomunikasi alternatif itu guna mendukung penanganan bencana di wilayah tersebut.

"Bakti sudah memasang VSAT untuk di Posko Kantor Bupati Lombok Utara yang ditargetkan sudah bisa digunakan untuk mendukung penanganan bencana," kata Noor Iza.

Noor Iza mengatakan, VSAT (stasiun penerima sinyal dari satelit) juga ditempatkan di Posko Desa Pemenang, Dusun Mentareng, Media Center Kantor Gubernur dan Posko RSUD Mataram. VSAT tersebut sedang dalam proses mobilisasi dan persiapan pemasangan.

Sementara itu, dia mengatakan bahwa 'repeater' RAPI (Radio Antar-Penduduk Indonesia) dan Orari (Organisasi Amatir Radio Indonesia) dilaporkan telah berfungsi dan dapat mendukung komunikasi penanganan bencana oleh petugas di lapangan. Repeater itu ditempatkan di Bali Timur, Karangasem (Bali), Tembenuh (Lombok Timur), dan Bayan serta akan mengoneksikan jaringan radio di Bali dan Lombok.

Diketahui, gempa 7 Skala Richter (SR) yang diikuti dengan gempa susulan di Nusa Tenggara Barat pada Minggu (5/8) petang. Selain mengakibatkan korban jiwa dan rusaknya bangunan, juga membuat sarana telekomunikasi terkendala. Korban jiwa hingga saat ini mencapai 98 orang. Proses penanganan korban hingga kini masih terus dilakukan tim SAR.

Baca juga:
Evakuasi warga dan turis asing di Lombok Utara ditargetkan selesai hari ini
Serat optik Telkom mengalami gangguan pasca gempa NTB
Diangkut dua kapal, 730 wisatawan dievakuasi dari Gili Trawangan tiba di Bali
60 Mahasiswa UNS sedang KKN di Lombok selamat dari gempa
230 Gempa susulan terjadi usai 7 Skala Richter mengguncang NTB
Dua alat berat dikerahkan evakuasi jemaah masjid korban gempa di NTB
Menko Puan minta penanganan korban gempa Lombok dilakukan cepat

(mdk/gil)