Mencari Keadilan, Keluarga Mahasiswa Tewas Saat Demo di Kendari Ngadu ke DPR

PERISTIWA | 10 Desember 2019 18:52 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Keluarga dua mahasiswa yang tewas dalam unjuk rasa di Kendari Yusuf Kardawi dan Imawan Randi mendatangi Gedung DPR. Kedatangan mereka bertepatan dengan peringatan Hari HAM Internasional.

Mereka didampingi oleh PP Muhammadiyah, dan dua kelompok LSM yakni Amnesty International dan KontraS. Yang memimpin pertemuan itu adalah Wakil Ketua Komisi III Desmond Junaedi Mahesa dari Gerindra.

Sambil menangis, Ibu Yusuf Qardhawi, Endang Yulida mengatakan kedatangannya sebagai upaya untuk mencari keadilan atas meninggalnya anaknya. Sebelumnya dia mengaku telah dua kali bertemu dengan Kapolda Sultara.

Namun, sejauh ini, baru kasus Randi yang terungkap siapa pelakunya. Sementara pelaku terkait kematian Yusuf masih belum jelas hingga kini.

"Apa perbedaan antara kasus Yusuf dan Randy? Mereka sama-sama mati pak. Kenapa anak saya Yusuf kayak dianaktirikan, kenapa, kasusnya tidak ada progres sama sekali yang saya dapatkan," ujar dia, di ruang rapat Komisi III, Jakarta, Selasa (10/12).

"Mereka berjanji akan memberikan berita-berita yang terkait anak saya. Tetapi sampai sekarang saya tidak terima itu Pak," lanjut dia.

1 dari 1 halaman

Berharap DPR Mampu Menyuarakan Hati Mereka

Dia berharap, Komisi III DPR dapat menyuarakan pertanyaan juga kebutuhannya akan kebenaran di balik kematian putra sulungnya.

"Mungkin bapak bisa menyampaikan suara hati saya dengan orang-orang yang tinggi di sana Pak. Karena di kampung kami mau mengeluh dengan siapa, saya ke polsek tempat kami tinggal, jawaban mereka 'Bu bukan wewenang kami yang bicara'. Saya ke Polres Pak. Saya berusaha mencari keadilan di sana. Katanya 'bukan wewenang kami bu'," ungkapnya.

Sementara Ayah Randy La Sali menaruh harapan agar aparat yang menembak anaknya dipecat serta dihukum seberatnya.

"Harapan saya sebagai orang tua, agar dia (pelaku) dipecat dan dihukum seberat beratnya. Jadi saya mohon kepada bapak Kapolri yang orang Kendari, yang tahu persis kejadian September kemarin. Jangan ditutup-tutupi," ujar Sali.

Menanggapi semua permintaan tersebut, Desmond memastikan akan menyampaikan permintaan keluarga korban kepada Kapolri Jenderal Idham Azis

"Jadi pada intinya Bapak sebagai ayah menuntut keadilan menuntut keadilan agar pelaku itu dihukum seberat-beratnya sesuai dengan hukum yang berlaku begitu ya Pak ya," ujar dia.

"Proses ini insya Allah akan saya sampaikan kepada Kapolri Pak Idham pada saat rapat agar lebih diatensi dengan baik," tandas dia. (mdk/eko)

Baca juga:
Jadi Tersangka Penembak Mahasiswa, Status Brigadir AM di Polri Tunggu Sidang Pidana
Saat Amankan Demo Mahasiswa di Kendari, Brigadir AM Tembakan Senjata ke Kiri-Kanan
Mahasiswa Muhammadiyah Minta Hakim Hukum Berat Penembak Kader IMM di Kendari
Brigadir AM Tersangka Penembak Mahasiswa di Kendari Ditahan di Rutan Bareskrim Polri
Polisi Tetapkan Brigadir AM Tersangka Penembak Mahasiswa di Kendari
6 Senpi Polisi Kendari yang Dibawa Saat Demo Tengah Diperiksa di Belanda-Australia

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.