Mencegah Radikalisme Berkembang di Kalangan Generasi Muda Banten

PERISTIWA | 28 Oktober 2019 22:31 Reporter : Dwi Prasetya

Merdeka.com - Generasi muda merupakan sasaran rawan paham radikalisme dan terorisme. Menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) angka pemuda yang terpapar kedua paham tersebut tidaklah sedikit.

Data BNPT menyebutkan, pelaku teroris terbesar berpendidikan SMU yakni 63,3 persen, kemudian disusul perguruan tinggi 16,4 persen, SMP 10,9 persen, tidak lulus perguruan tinggi 5,5 persen, dan SD 3,6 persen.

Kemudian berdasarkan umur, pelaku teroris terbanyak usia 21-30 tahun yakni 47,3 persen, disusul usia 31-40 tahun 29,1 persen. Sedangkan, usia di atas 40 tahun dan di bawah 21 tahun masing-masing 11,8 persen.

Dalam acara deklarasi dalam momentum Hari Sumpah Pemuda di Banten, Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir mengatakan mereka yang ditangkap Polri dalam kasus terorisme rata-rata berusia muda dengan persentase hingga 52 persen.

"Kita mengajak kepada pemuda mulai dari BEM, organisasi lain untuk bisa memahami akar permasalahannya bagaimana radikalisme ini masuk terhadap generasi milenial ini sehingga dengan begitu kita bisa mewaspadai masuknya radikalisme," kata Kapolda di Pendopo Gubernur Banten, Senin (28/10).

Menurutnya, dulu radikalisme dikembangkan melalui kelompok mulai dari keluarga terdekat. Sekarang, sudah mulai bergeser berkembang melalui media sosial sehingga paham ini sangat mudah menyebar.

"Kita menyarankan generasi muda bisa melihat konten ajakan medsos maupun ajakan tadi. Lalu bandingkan dengan literatur yang lain sehingga benar tidak (ajaran tersebut)," katanya.

Untuk menanggulangi hal tersebut, pemuda di Banten yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Banten, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Banten menggelar deklarasi anti radikalisme dan terorisme.

"Insiden penusukan Pak Wiranto mencoreng nama baik Banten. Untuk itu kami tergerak untuk berbuat sesuatu untuk Banten. Kami mencoba menghalau paham tersebut masuk ke kalangan pelajar dan mahasiswa dan pemuda pada umumnya," kata Ketua DPD KNPI Banten Ali Hanafiah.

Terpisah Ketua BEM Serang Fakhrur Khafidzi menyatakan bahwa deradikalisasi perlu dilakukan. Upaya pencerahan terhadap pemuda di Banten menjadi pekerjaan bersama. "Kami akan ke sekolah-sekolah untuk memberikan pencerahan kepada kalangan pelajar."

Di sisi lain, nilai-nilai nasionalisme dan Pancasila perlu terus dibumikan. "Pancasila disusun oleh para ulama kita sebagai falsafah bernegara," ujarnya.

Baca juga:
Wapres Ma'ruf Amin Perintahkan Santri di Garis Terdepan Tangkal Paham Radikal
Radikalisme Dinilai Masih Jadi Ancaman Nyata di Indonesia
Jelang Kongres, NasDem Soroti Isu Radikalisme Kian Marak di Medsos
Cegah Paham Radikalisme ke Perempuan, Fatayat NU Bentuk Garfa
Cara Melawan Penyebaran Paham Radikal Kelompok Teroris
VIDEO: Menteri Agama Fachrul Razi, Ujung Tombak Jokowi Berantas Radikalisme

(mdk/bal)