Mendagri: Kalau KPK OTT, Sudah Cukup Alat Bukti. Tak Perlu Diperdebatkan

PERISTIWA | 16 Oktober 2019 13:51 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan (OTT). Dimana sehari sebelumnya lembaga antirasuah itu juga menangkap Bupati Indramayu Supendi.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo tak habis pikir dengan kejadian seperti ini. Apalagi dirinya acap kali sudah memperingatkan akan daerah rawan korupsi.

"Ya bagaimana. Saya sudah keliling dengan KPK ke semua provinsi. Area rawan korupsi sudah selalu saya ingatkan sejak jadi menteri. Termasuk mengingatkan diri saya. Hati-hati terhadap perencanaan penganggaran, hati-hati terhadap mekanisme pembelian barang dan jasa, hati-hati terhadap jual beli jabatan, masalah dana hibah dan bansos, terhadap retribusi dan pajak," kata Tjahjo di Jakarta, Rabu (16/10).

Menurut dia, ini bukan hanya masalah soal perbaikan sistem. Tapi orangnya sendiri.

"Ya saya kira kembali kepada orangnya. Apapun alasannya ya, saya yakin kepala daerah dengan struktur pemerintahan pasti semualah (mengerti)," tukasnya.

Soal OTT di Medan, dia meminta tak perlu didebatkan lagi. Pasalnya, pasti sudah cukup alat bukti jika KPK melakukan seperti itu.

"Tentunya sudah tercukupi alat bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Enggak perlu didebatkan. Saya kira kalau KPK sudah OTT, sudah cukup alat bukti walaupun saya sebagai Mendagri tetap harus kedepankan asas praduga tak bersalah, sampai ada keputusan final pengadilan," katanya.

Reporter: Putu Merta Surya

Baca juga:
Terjaring OTT, Wali Kota Medan Digiring ke Gedung KPK
Wakil Wali Kota Medan Menangis Saat Tahu Dzulmi Eldin Ditangkap KPK
KPK Segel Sejumlah Ruangan di Pemkot Medan
Terjaring OTT, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin Tiba di KPK
Pasca-OTT KPK, Ruangan Wali Kota Medan Gelap

(mdk/rhm)