Mendagri Soal OTT Bupati Indramayu: Selalu Katakan yang Terakhir Tetapi Kok Terus

PERISTIWA | 15 Oktober 2019 20:06 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyayangkan pejabat daerah yang kembali terjerat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lagi. Dia berharap kejadian OTT yang menimpa Bupati Indramayu, Supendi adalah yang terakhir.

"Mudah-mudahan. Ya selalu saya mengatakan ini yang terakhir, yang terakhir tetapi kok ya terus," kata Tjahjo di Istana Wakil Presiden, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (15/10).

Walaupun sudah turun ke pemerintah daerah, kata Tjahjo masih saja ada pejabat daerah yang terkena. Sebanyak 119 kepala daerah sejak tahun 2002 yang terjerat korupsi.

"Pencegahan terus, perencanaan terus. Tetapi ya tidak bisa kalau penghasilan kecil, gaji kecil jadi alasan. Jangan. Itu saja," kata Tjahjo.

Dia juga terus mengatakan agar kepala daerah saling mengingatkan. Serta berhati-hati jika menangani proyek di setiap daerah.

"Saya sama Pak Dirjen juga saling mengingatkan. Terus. Hati-hati. Jangan ada monopoli," kata Tjahjo.

Sebelumnya diketahui Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Bupati Indramayu Supendi dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar di Kabupaten Indramayu.

Bersama Supendi, tim lembaga antirasuah juga mengamankan tujuh orang lainnya beserta uang ratusan juta yang masih dalam perhitungan.

"(Yang diamankan dari unsur) bupati, ajudan, pegawai, rekanan dan Kepala Dinas dan beberapa pejabat dinas PU lain," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (15/10).

Baca juga:
Kena OTT KPK, Supendi Belum Setahun Menjabat Sebagai Bupati Indramayu
Bupati Indramayu Ditangkap KPK, Wabup Mengaku Tak Tahu Kasusnya
Harta Bupati Indramayu yang Ditangkap KPK Capai Rp8,5 Miliar
OTT Bupati Indramayu, KPK Cokok 8 Orang dan Uang Ratusan Juta

(mdk/eko)