Mendata, Mendukung dan Menjaga Pasien Positif Corona

Mendata, Mendukung dan Menjaga Pasien Positif Corona
PERISTIWA | 5 April 2020 07:30 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemprov Sulut bergerak cepat melakukan pencegahan dan penanganan Covid-19, terutama sejak kasus pertama pasien terinfeksi terkonfirmasi pada Sabtu, 14 Maret 2020 lalu. Salah satu upaya dilakukan adalah menelusuri riwayat perjalanan pasien positif, sekaligus mendata mereka yang melakukan kontak dengan pasien.

Pekerjaan ini yang dilakukan Tim Surveilans Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulut. Kepada wartawan, mereka mengungkapkan suka duka selama bekerja di lapangan menghadapi berbagai tantangan.

"Pekerjaan kami ini yang memang sering tidak terekspos di media massa. Kami melakukannya dengan berbagai tantangan," ungkap Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Provinsi Sulut, Merry Patorong.

Merry mengungkapkan, banyak suka duka yang dialami timnya selama melakukan survei di tengah mewabahnya Covid-19. Apalagi pekerjaan yang dilakukan berbeda dengan menangani bencana alam atau penyakit menular lainnya.

"Selain kita mendata warga yang terkait, juga memberikan dukungan kepada pasien. Bahkan saling mendukung dan menguatkan sesama tim surveilans," ungkapnya.

Di dalam posko tim yang dibentuk di Dinkes Provinsi Sulut, mereka tetap menjaga jarak sosial dan fisik, namun pekerjaan harus tuntas.

"Komunikasi kita melalui telepon, ini untuk tetap mencegah potensi penularan," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Merry mengungkapkan, hal lain yang dihadapi adalah bagaimana mereka menjaga privasi pasien untuk tidak di-publish. Sedangkan di sisi lain, pihaknya juga berharap pasien bisa secara jujur mengungkapkan riwayat perjalanannya.

"Kejujuran pasien ini menjadi salah satu kunci bagaimana mencegah penyebaran Covid-19. Untuk itu kami banyak melakukan edukasi," tuturnya.

Selain menghadapi warga atau pasien yang terkait Covid-19, hal lain yang juga dihadapi para tenaga surveilans adalah keluarga. Apalagi pekerjaan yang dilakukan cukup berisiko terpapar virus tersebut.

"Kami bersyukur keluarga memahami pekerjaan ini. Tidak dikucilkan keluarga," ujarnya.

Terkait kondisi Tim Surveilans Dinkes Sulut hingga kini masih terus menjalankan tugas, belum ada yang digantikan karena sakit, atau terpapar Covid-19.

"Belum ada yang diganti, semua masih bekerja. Kalau memang ada yang sakit, ya diistirahatkan," tutupnya.

Hingga Jumat, 03 April 2020, jumlah pasien yang positif Covid-19 sebanyak 3 orang dengan rincian 2 dalam perawatan, sedangkan 1 dinyatakan sembuh namun kemudian meninggal karena gagal ginjal. Untuk PDP sebanyak 16 orang, dan 387 warga berstatus ODP.

Reporter: Yoseph Ikanubun
Sumber: Liputan6.com (mdk/fik)

Baca juga:
Akibat Corona, 1.139 Hotel di Indonesia Tutup Hingga PHK Karyawan
Hadapi Corona, Pemerintah Optimalkan Serapan Gabah dan Beras Petani
Video Detik-Detik Jenderal TNI Bintang Dua Disuruh Keluar Kasad Rapat Corona
Penghuni Nine Residence Tolak RS Corona di Lippo Plaza Mampang
Ada Kebijakan Kerja dari Rumah, Netflix Kalahkan Youtube Rajai Layanan Streaming

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami