Laporan dari Arab Saudi

Mendekatkan Diri dengan Ilahi Jelang Puncak Haji

Mendekatkan Diri dengan Ilahi Jelang Puncak Haji
Persiapan puncak haji di Armuzna. ©2022 Merdeka.com/Lia Harahap
NEWS | 6 Juli 2022 21:04 Reporter : Lia Harahap

Merdeka.com - Banyak cara dilakukan jemaah haji Indonesia untuk menghabiskan waktu setelah bus shalawat tidak lagi beroperasi. Bus shalawat disetop sementara karena akan dialihkan untuk persiapan puncak haji di Armuzna.

Sejak bus shalawat tidak lagi beroperasi, jemaah memilih memperbanyak ibadah di hotel atau masjid terdekat. Selain salat berjemaah, mereka fokus mengaji, berzikir bahkan beberapa jemaah mendapatkan bimbingan ibadah tambahan.

Selasa (5/7) sore, jemaah tampak mengantre di depan lift. Mengenakan mukena bagi perempuan, dan mayoritas laki-laki mengenakan sarung. Tak lupa sajadah di genggaman.

Mereka hendak menuju ke lantai H, Hotel Arkan Bakkah 1, Mahbas Jin, Makkah. Saat keluar dari lift, semua jemaah sibuk mencari tempat yang kosong untuk melakukan salat jemaah

"Aktivitas jemaah banyakan di ruang musala, salat berjemaah jemaah terus ada pemantapan bimbingan ibadah jelang puncak haji di Armuzna, atau yang mencuci pakaian," kata Abid, petugas sektor satu yang berjaga di lobi hotel.

Jemaah kian padat saat azan Magrib berkumandang. Baik saf jemaah laki-laki maupun perempuan, tampak penuh.

Selain aktivitas spiritual, jemaah juga mulai mempersiapkan perlengkapan yang akan dibawa saat ke Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna). Salah satunya, memastikan baju dan kain ihram yang akan dipakai sudah dalam keadaan bersih.

Idam dan istrinya Istianah, jemaah kloter 25 SUB, bekerja sama membereskan pakaian kotor yang menumpuk sebelum. Keduanya bahu membahu mencuci pakaian dan kain ihram yang akan dipakai saat di Armuzna nanti.

"Kita lagi cuci baju, cuci ihram sama seragam nasional. Kita biasa emang nyuci berdua, kan bajunya milik berdua, masak nyucinya sendiri," kata Erlina.

2 dari 2 halaman

Idam pun merasakan kebahagiaan luar biasa dalam perjalanannya bersama istri tercinta. Apalagi bila di rumah, kesibukan bekerja membuatnya tidak bisa membantu banyak pekerjaan rumah tangga.

"Justru nyuci bareng ini jadi momen paling menggembirakan, momen spesial bisa cuci baju bareng gini," katanya.

Kedua mulai mempersiapkan perlengkapan untuk Armuzna. Tentu saling berdoa agar mendapatkan kemudahan saat puncak haji.

"Yang penting tetap sabar, ikhlas, hadapi ujian, sakinah mawadah warahmah sampai tua, kalau ada rezeki banyak bisa ke sini lagi," katanya.

Banyak pasangan suami istri berbagi tugas selama berada di Tanah Suci. Lelahnya kegiatan yang dilakukan mengharuskan mereka bahu membahu menyelesaikan tugas. Termasuk mencuci baju.

"Kadang kalau ibu enggak nyuci baju, saya yang cuciin. Ini bagian dari kebersamaan," kata Jamaluddin, jemaah kloter 30 SUB.

Meski mungkin cuciannya tidak bersih, Jamaluddin yakin istri menerima usahanya. Selain mencuci, Jamaluddin juga mengisi waktu dengan menelepon anak-anaknya di Tanah Air. Dia mengaku selalu rindu dengan putra putrinya, utamanya bayi berusia 2,5 tahun.

"Makanya obat rindu saya ya video call dua hari sekali. Nanti di wukuf saya mau doa sebanyak-banyaknya untuk keluarga," ucapnya dengan mata berkaca-kaca. (mdk/eko)

Baca juga:
Pesan Ridwan Kamil ke Jemaah Haji: Kurangi Main HP
Menengok Pembuatan Kiswah Baru untuk Ka'bah
Stok Energi untuk Puncak Haji
Wapres Ma'ruf Tiba di Madinah Disambut Pasukan Kehormatan Militer
INFOGRAFIS: Rangkaian Ibadah Jemaah Indonesia Selama Puncak Haji
Menag: Pujian Keberhasilan Penyelenggaraan Haji untuk Negara

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini