Mendes Sebut Butuh Sinergitas Antarlembaga untuk Majukan Pembangunan Desa

Mendes Sebut Butuh Sinergitas Antarlembaga untuk Majukan Pembangunan Desa
PERISTIWA | 4 Januari 2020 22:47 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menuturkan perlu sinergitas lintas lembaga untuk membangun desa. Salah satunya sinergitas dengan universitas ataupun perguruan tinggi.

Halim yang merupakan alumni jurusan Filsafat dan Sosiologi Pendidikan UNY angkatan 1987 ini mengatakan, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebagai salah satu perguruan tinggi negeri yang memunyai banyak program pengabdian untuk masyarakat khususnya masyarakat desa.

"Saya tahu betul UNY punya banyak kegiatan di desa-desa. UNY sekarang punya program KKN (Kuliah Kerja Nyata), PLP (Pengenalan Lapangan Persekolahan), dan PPM (Program Pengabdian Masyarakat). Saya ingin apa yang dilakukan UNY maupun perguruan tinggi lainnya, harus bersinergi lintas lembaga," ujar Halim saat hadir di acara Ikatan Keluarga Alumni Universitas Negeri Yogyakarta (IKA UNY), Sabtu (4/1).

Adanya sinergi ini disebut Halim akan membuat pemberdayaan desa lebih mudah dilakukan karena terwujud secara terintegrasi. Semua pihak dengan kompetensi bidangnya masing-masing akan memunyai satu tujuan, yaitu memperjuangkan kemajuan daerah pedesaan.

"Sinergi dan integrasi tersebut, kemudian dapat dilakukan mulai dari hal-hal yang sederhana. Misalnya menggunakan data statistik pedesaan dan daerah 3T yang dimiliki kementeriannya, UNY dapat menempatkan program pengabdian masyarakat di tempat-tempat tersebut," ucap Halim.

"UNY sebagai kampus guru nantinya dapat mengirim mahasiswanya ke daerah tersebut untuk mengajar di sekolah, maupun langsung kepada masyarakat secara informal. Pengelolaan dana desa juga dapat terbantu dengan adanya dosen dan mahasiswa dari perguruan tinggi, karena mereka dapat memberikan input dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) sampai keperluan administrasi," imbuh Halim.

Sementara itu, Rektor UNY, Sutrisna Wibawa mendukung sinergitas yang diharapkan Menteri Desa tersebut. Sutrisna menyebut UNY setiap tahunnya mengirimkan mahasiswa dalam program pengabdian masyarakat.

"Pada tahun 2019 saja, ada 4.519 mahasiswa yang mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mereka disebar di 318 desa seluruh Indonesia. Daerah sekitaran Jawa Tengah dan DIY yang relatif butuh sentuhan pengembangan seperti Kabupaten Gunungkidul dan Kulonprogo, menjadi prioritas penerjunan KKN," beber Sutrisna

Sutrisna menerangkan selain KKN, UNY juga memunyai Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP). Program ini menempatkan mahasiswa UNY di sekolah untuk mengajar.

"Juli 2019 lalu, ada 3.391 mahasiswa yang mengikuti program tersebut. Anak-anak ini mengajar di 267 sekolah dan 27 lembaga," ungkap Sutrisna. (mdk/cob)

Baca juga:
Pencairan Dana Desa Tahap Pertama di 2020 Naik Menjadi 40 Persen
Peneliti: Dana Desa Tak Membantu Sejahterakan Petani
Jokowi: Saya Dapat Laporan 2.188 BUMDes Tak Beroperasi dan 1.670 Tak Beri Kontribusi
Gelapkan Dana Desa, Mantan Kades di Bekasi Dijebloskan ke Penjara
Tak Bayar Pajak Dana Desa, 15 Rekening Desa di Garut Diblokir
Korupsi Dana Desa Rp1,1 Miliar, Kades di Kulonprogo Ditahan

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami