Mendikbud: Dunia Tidak Membutuhkan Anak-anak yang Jago Menghafal

PERISTIWA | 12 Desember 2019 18:57 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Mendikbud Nadiem Makarim meluruskan, Ujian Nasional (UN) tidak dihapus. Tapi diganti dengan asesmen kompetensi.

Dia juga mengakui, penyederhanaan ujian itu adalah hal cukup dramatis sehingga memicu banyak reaksi. Sebab dengan asesmen maka siswa tidak lagi wajib menghafal.

"Penyederhanaan yang cukup dramatis pak, intinya tidak bisa dihafal, tidak ada buku bertumpuk-tumpuk. Ini problem solving analisa test," kata Nadiem di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (12/12).

1 dari 2 halaman

Dia menegaskan, yang dibutuhkan generasi penerus bangsa saat ini bukanlah hafalan.

"Kita enggak butuh anak-anak jago ngafal pak, mohon maaf jujur saja, dunia tidak membutuhkan anak yang jago ngafal," tambahnya.

2 dari 2 halaman

Selain itu, Nadiem mengaku sedih apabila banyak pihak termasuk anggota Dewan yang menolak ranah pendidikan menjadi lahan percobaan untuk sebuah inovasi.

"Jadi setiap kali saya sedih kalau mendengar reaksi bahwa percobaan itu bukan suatu hal di pendidikan. Saya selalu mendengar itu, sering sekali. Sedangkan satu-satunya cara untuk berinovasi adalah melakukan berbagai macam percobaan kecil dalam tiap sekolah. Saya harus bicara seperti ini sejujurnya," jelasnya.

"Inilah yang seharusnya terjadi, para guru harus diberikan kebebasan untuk mencoba hal-hal baru, dan tanpa itu kita gak akan maju sebagai negara, itu namanya inovasi," ia menandaskan. (mdk/rnd)

Baca juga:
Mendikbud: Mohon Maaf, UN Bukan Dihapus Tapi Diganti Asesmen Kompetensi
VIDEO: Suara Siswa dan Guru Soal Rencana Nadiem Hapus Ujian Nasional
VIDEO: Kata JK, Generasi Bangsa Tak Punya Semangat Belajar Jika UN Dihapus
Anak SMA Setuju UN Dihapus: Pelajaran Tak Sesuai 'Passion' Bikin Malas
Politisi Gerindra Minta Mendikbud Nadiem Tak Buru-Buru Hapus UN

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.