Mendikbud Klaim Berhasil Tekan Keterlambatan Penyaluran Dana Bos

Mendikbud Klaim Berhasil Tekan Keterlambatan Penyaluran Dana Bos
Mendikbud Nadiem Makarim. ©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
PERISTIWA | 25 Februari 2021 16:05 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengklaim berhasil menekan keterlambatan penyaluran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) hingga 32 persen. Angka tersebut setara dengan tiga minggu lebih cepat dari biasanya.

Nadiem menjelaskan, hal itu lantaran terobosan yang telah diambil pihaknya dengan langsung menyalurkan Dana BOS ke rekening sekolah.

"Kita berhasil mengurangi keterlambatan pengiriman Dana BOS sebesar 32 persen, atau dalam ukuran waktu itu sekitar tiga minggu lebih cepat. Rata-rata tiga minggu lebih cepat dibandingkan tahun 2019," kata Nadiem dalam siaran daring di Youtube Kemendikbud RI, Kamis (25/2).

Menurut dia, dampak pengiriman Dana BOS begitu luar biasa. Nadiem mengklaim kini sudah tidak ditemukan orang tua siswa yang harus menalangi dana operasional sekolah lantaran keterlambatan dana bos.

"Dampak ekonomi masyarakat di setiap sekolah juga sangat besar, di mana sekolah punya anggaran tepat waktu. Tentunya untuk kualitas Merdeka Belajar," ujar dia.

Nadiem juga mengungkapkan hasil survei soal sistem penyaluran BOS langsung ke sekolah dianggap memudahkan. Hal ini tentu saja akan menjadi motivasi bagi Kemendikbud untuk terus melakukan optimalisasi kebijakan anggaran.

"Dalam survei ini 85,5 persen responden sekolah dan 96 persen dari responden pemerintah daerah memandang penyaluran BOS langsung ke rekening sekolah ini sangat memudahkan, atau sangat memudahkan," katanya.

Kemenkeu Anggarkan Rp9T

Kementerian Keuangan telah menyalurkan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler Tahap I Gelombang I sebesar Rp9.803.214.420.000 untuk 136.579 sekolah. Penyaluran Dana BOS ke sekolah-sekolah pada Februari 2020 ini lebih cepat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Sebelumnya rata-rata (dana BOS) baru masuk ke rekening sekolah pada Maret dan April," ujar Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Nufransa Wira Sakti, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (17/2/2021).

Selain itu, salah satu perubahan mekanisme yang memudahkan percepatan atas penyaluran Dana BOS ini adalah Dana BOS disalurkan secara langsung ke Rekening Sekolah. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 9/PMK.07/2020 tentang Perubahan Atas PMK Nomor 48/PMK.07/2019 tentang Pengelolaan DAK Nonfisik.

PMK tersebut memberikan keleluasaan fiskal bagi sekolah dalam mendukung konsep 'Merdeka Belajar' melalui perubahan periode penyaluran dan besaran penyaluran. Di samping itu, penyaluran Dana BOS lebih akurat karena rekomendasi penyaluran berdasarkan hasil inputan sekolah sendiri melalui Aplikasi Dana BOS yang disediakan oleh Kemendikbud.

Dengan proses penyaluran lebih cepat ke rekening sekolah, kegiatan operasional mengajar dapat dilaksanakan dan didanai lebih cepat. Selanjutnya, sekolah dapat lebih cepat dalam menyampaikan laporan tanpa menunggu sekolah lain meskipun dalam wilayah yang sama.

"Terakhir, penyaluran langsung ke rekening sekolah tetap ditatausahakan dalam APBD Provinsi/Kabupaten/Kota sehingga sisi akuntabilitas tetap terjaga," tuturnya.

Reporter: Yopi Makdori (mdk/ray)

Baca juga:
Penyaluran BOS Madrasah Swasta Terpusat, Cair Paling Lambat 31 Maret
Kemendikbud Nyatakan Perbaikan Sekolah Akibat Bencana Bisa Gunakan Dana BOS
Kemendikbud: Banyak Sekolah Mendapat Kenaikan Dana BOS pada 2021
Kemenag Pastikan Kenaikan Dana BOS Rp100.000 per Siswa Madrasah Segera Cair
Mendikbud Prioritaskan Peruntukan Dana BOS untuk Daerah 3T Tahun 2021

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami