Mendikbud: Mohon Maaf, UN Bukan Dihapus Tapi Diganti Asesmen Kompetensi

PERISTIWA | 12 Desember 2019 18:45 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Mendikbud Nadiem Makarim meluruskan wacana penghapusan Ujian Nasional (UN). Dia menegaskan, bukan dihapus tapi diganti dengan cara lain.

Nadiem menegaskan, UN formatnya diganti. Dia pun meminta maaf kesalahpahaman yang terjadi selama ini.

"Agar tidak ada salah mispersepsi, UN itu tidak dihapus, mohon maaf, kata dihapus itu hanya HL di media agar diklik, karena itu yang paling laku. UN itu diganti, diganti jadi asesmen kompetensi," kata Nadiem di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (12/12).

1 dari 1 halaman

Nadiem menjelaskan, penghapusan hanyalah format ujian per mata pelajaran dan diganti dengan asesmen kompetensi ditambah survei karakter.

"Yang dihapus adalah format per mata pelajaran, itu saja yang dihapus, diganti asesmen kompetensi minimum, mirip PISA plus ada satu survei karakter," jelasnya.

Diketahui, wacana penghapusan UN tahun 2021 menuai polemik. Mantan wapres JK menolak. Bahkan dia meminta Nadiem tak bikin generasi penerus bangsa jadi lembek. DPR juga mempertanyakan niatan Nadiem tersebut. (mdk/rnd)

Baca juga:
Politisi Gerindra Minta Mendikbud Nadiem Tak Buru-Buru Hapus UN
Anak SMA Setuju UN Dihapus: Pelajaran Tak Sesuai 'Passion' Bikin Malas
JK Sindir Nadiem Makarim: Jangan Ciptakan Generasi Muda yang Lembek
Ini Contoh Soal Asesmen Pengganti UN Menurut Nadiem Makarim
Nadiem Hapus Ujian Nasional, DPR Ingatkan 'Jangan Jadikan Siswa Kelinci Percobaan'
Hapus UN, Begini Penjelasan Mendikbud Nadiem soal Asesmen Kompetensi Siswa

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.