Mendikbud Muhadjir Effendy akan Evaluasi Sistem PPDB Online

PERISTIWA | 15 Juli 2019 14:13 Reporter : Kirom

Merdeka.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menekankan lembaga pendidikan di Indonesia harus bersih dari praktik pungutan liar. Dia menegaskan akan menindak pihak yang berani berbuat curang dan kotor dalam pelaksanaan pendidikan sekolah.

"Kita enggak toleransi semua praktik curang, pendidikan itu harus bersih," ucap Muhadjir Effendy saat menjawab pertanyaan wartawan ketika dimintai komentar mengenai kasus Rumini, guru honorer yang dipecat Pemkot Tangsel, Tangerang, Senin (12/7).

Menurut dia, pendidikan merupakan peradaban tertinggi bangsa, untuk itu dia meminta semua pihak yang berkecimpung dalam dunia pendidikan tidak melakukan hal-hal kotor. "Karena pendidikan adalah hulu dari peradaban bangsa," ucapnya.

Muhadjir memastikan akan melakukan evaluasi terhadap penerapan sistem PPDB online yang telah berjalan selama 3 tahun. "Karena setelah ini kami akan menyisir kepada seluruh dinas-dinas yang ada di seluruh Indonesia, bahwa semua anak di Indonesia bisa sekolah. Nanti akan kita evaluasi akhir bulan Juli ini mengenai PPDB," kata dia.

Sistem zonasi yang diterapkan pada PPDB menurutnya juga belum terlihat dampaknya secara jelas. "Kan baru 3 tahun berjalan, belum terlalu kelihatan lah dampaknya. Tapi kalau soal anak-anak yang rumahnya dekat dengan sekolah, ya dikit-dikit kemacetan teratasi sih karena anak-anak tidak berkumpul di satu sekolahan tertentu," tandasnya.

Pada masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) ini, Muhadjir berharap agar pelaksanaan MPLS berjalan lancar dan tanpa aksi kekerasan.

"Saya minta pengenalan ini berjalan sesuai dengan aturan dan tidak ada kekerasan. Kegiatan ini dilakukan secara fisik dan nonfisik ini tidak hanya dilakukan di dalam sekolah, tapi di luar sekolah juga, karena bentuk pendidikan juga didukung oleh masyarakat sekitar," katanya.

Baca juga:
Muncul Petisi Dukungan untuk Guru Honorer Rumini yang Dipecat Karena Bongkar Pungli
2 Pendaftar PPDB di Jateng Ketahuan Palsukan Surat Domisili
Karut-Marut PPDB, Daftar SMA Semarang 'Terlempar' ke Wonogiri
PPDB di Bekasi Sisakan 648 Bangku Kosong
Wali Kota Tangsel Bantah Perintahkan Penyelesaian Kekeluargaan Guru Honorer Dipecat
Kasus Pungli SDN 02, Guru Honorer Rumini Sebut Investigasi Pemkot Tangsel Tidak Fair

(mdk/cob)