Mendikbud Sebut Ujian Nasional Belum Komputerisasi Tinggal 9 Persen

PERISTIWA » MALANG | 26 Maret 2019 15:15 Reporter : Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tinggal 9 persen yang belum menggunakan komputer (komputerisasi). Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sudah berjalan di 91 persen siswa seluruh wilayah di Indonesia.

"Tahun ini kan ada kenaikan yang sangat drastis, yaitu 91 persen peserta ujian nasional sekarang sudah menggunakan komputer. Tinggal 9 persen itu wilayah-wilayah yang memang belum terjangkau, terutama oleh jaringan online," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy di sela memantau pelaksanaan UNBK di Kota Malang, Selasa (26/6).

Sisa yang masih belum menggunakan komputer ditargetkan akan tuntas tahun depan. Sarana dan prasarana tentu akan segera terpenuhi dalam beberapa tahun ke depan.

"Kita harapkan mudah-mudahan tahun depan bisa seratus persen," tegasnya.

Menteri Muhadjir memantau UNBK di 3 SMK di Malang yakni SMK PGRI Kota Malang, Al Hayat Kota Malang dan SMK Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang. Sehari sebelumnya juga melakukan peninjauan di beberapa sekolah di Jogjakarta.

Hasil pemantauan baik di Malang maupun kota lain berjalan sesuai perencanaan. Secara umum pelaksanaan UNBK berjalan nyaris tanpa kendala di lapangan. Kendala minim ditemukan terkait koneksi internet akibat server yang lambat karena diakses beramai-ramai.

"Rata-rata penyelenggaraannya sudah sesuai dengan standar aturan yang ada, misalnya pengawasanya ditukar dengan sekolah lain. Kemudian tidak boleh ada seorang pun masuk ketika ujian, termasuk menteri juga nggak boleh masuk. Saya kira itu standar oleh BNSP sudah dipatuhi di lapangan," jelasnya.

Menteri Muhadjir, berharap UNBK berjalan dengan baik dan hasilnya melekat keterpercayaannya dari masyarakat. Diharapkan selama pelaksanaannya tidak ditemukan praktek-praktek kecurangan yang justru akan menciderai perasaan.

"UNBK yang soalnya diacak, setiap siswa berbeda soal, itu saya yakin 99 persen tingkat keterpercayaannya bisa tercapai. Artinya tidak ada lagi kecurangan. Tidak ada lagi soal bocor. Tidak ada lagi dibimbing atau diajar oleh guru atau diambil alih peserta lain dan seterusnya. Itu yang harus kita hindari dan jangan sampai terjadi. Mudah-mudahan nggak ada masalah tahun ini," urainya.

Baca juga:
UNBK di Depok, Lima Sekolah Masih Numpang karena Minim Fasilitas
Cak Imin Sebut Wacana Sandiaga Hapus UN Bikin Siswa Malas Belajar
Sandiaga Berencana Hapus UN, Wapres JK Nilai Berbahaya
Memantau Ujian Paket C
90.226 Siswa SMK di Sumut Ikuti UN, 97 Persen Gunakan Komputer
Sandiaga Wacanakan Hapus UN, Kemendikbud Ingatkan Amanat Undang-Undang
Melihat Pelaksanaan UNBK di SMKN 50 Jakarta

(mdk/gil)