Meneladani Spirit Persaudaraan Rasulullah untuk Jaga Keutuhan NKRI

PERISTIWA | 24 November 2018 06:31 Reporter : Mardani

Merdeka.com - Peringatan Maulid Nabi hendaknya menjadi momentum bagi umat Islam meneladani spirit Nabi Muhammad SAW untuk menjaga keutuhan NKRI. Sebab, Rasulullah mampu menyatukan hati yang tercerai, suku yang terberai, dan persaudaraan yang tercerabut dalam masyarakat padang pasir.

"Mari umat Islam Indonesia terus meneladani Nabi dengan merekatkan semangat persaudaraan dan perdamaian untuk bangsa," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta, Ahmad Syafii Mufid dikutip dari Antara, Sabtu (24/11).

Ahmad Mufid mengatakan teladan itu sangat penting untuk merekatkan keragaman di Indonesia, membangkitkan semangat persatuan agar tidak mudah tercerai-berai terutama dari gangguan intoleransi, radikalisme, dan terorisme.

"Penting bagi umat Islam untuk mengambil spirit dari perjuangannya yang penuh kesantunan, kesederhanaan, dan kegigihan," kata Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi DKI Jakarta itu.

Yang menarik, menurut Ahmad Mufid, kebesaran Nabi Muhammad bukan disebabkan kekuatan harta benda, tahta, atau bala tentara yang dimilikinya, melainkan pada akhlak, budi pekerti, moralitas, mentalitas, dan spiritualitas.

"Nabi Muhammad tidak sedikit pun memiliki perasaan balas dendam kepada mereka-mereka yang pernah mengancamnya," ujarnya.

Dengan kepribadian seperti itu, lanjut Ahmad Mufid, Nabi Muhammad berhasil menyatukan perbedaan suku, agama, dan latar belakang sosial lainnya serta menjadikannya sebagai kekuatan untuk membangun Madinah.

Spirit itulah, yang perlu diteladani umat Islam di Indonesia agar tidak mudah tercerai berai karena berbagai konflik kepentingan.

Baca juga:
Warna-warni Perayaan Maulid Nabi di India dan Pakistan
Jokowi: Saya Bukan Keturunan Ningrat, Politik Juga Hanya dari Kampung
'Jangan Nodai Hidup Kita dengan Politik Sukuisme, Apalagi Arogansi'
Peringatan Maulid Nabi Muhammad, Warga di Yogya Berebut 7 Gunungan
Tradisi Warga Mesir Sambut Maulid Nabi dengan Permen
Ibu di Batam Meninggal Saat Menyenandungkan Selawat Nabi

(mdk/dan)