Menelusuri Jejak Nurhadi di Rumah Mewah Patal Senayan

Menelusuri Jejak Nurhadi di Rumah Mewah Patal Senayan
PERISTIWA | 20 Februari 2020 18:59 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Keberadaan tersangka kasus korupsi dan suap Nurhadi hingga kini masih misteri. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bahkan menetapkan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) itu menjadi buronan setelah beberapa kali mangkir dari pemeriksaan.

Selain Nurhadi, status buron juga disematkan kepada menantu Nurhadi, Rezky Herbiono dan Direkut PT MIT Hiendra Soenjoto. Jejak ketiganya pun kini lenyap bagaikan ditelan bumi.

Keberadaan Nurhadi sempat diungkapkan Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. Berdasarkan informasi dari orang dekat Nurhadi, Boyamin mengatakan, Nurhadi berada di vila pribadi di Bogor, Jawa Barat. Tepatnya, di Desa Suka Manah, Kecamatan Mega Mendung, Bogor. Lokasi vila ini hanya berjarak 200 meter dari Pusdiklat Mahkamah Agung.

Selain di vila itu, kata Boyamin, Nurhadi, juga berada di rumah mewah Jalan Patal Senayan Nomor 3B, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Kemungkinan lainnya, di Apartemen Distrik 8 SCBD, Senayan. Bahkan, Boyamin menggelar sayembara untuk masyarakat yang dapat menginformasikan keberadaan Nurhadi dengan dua unit iPhone 11 sebagai hadiah.

Liputan6.com mencoba menelusuri jejak Nurhadi di Jalan Patal Senayan, tersebut. Berdasarkan pantauan, Kamis (20/2), kediaman itu nyatanya juga sepi penghuni. Tidak berbeda dengan rumah Nurhadi di kawasan Hang Lekir, Jakarta Selatan.

Rumah itu tampak depan asri dengan pepohonan yang mendampingi pagar utama bertemakan kayu. Bangunan serba putih itu terlihat gagah dengan variasi ventilasi beragam ukuran.

Hanya saja, memang tidak ada suara apapun yang keluar dari dalam rumah. Sementara jalan di depan ramai pengendara baik yang menuju atau pun kembali dari kawasan Senayan.

Ketua RT 01 RW 07 berinisial N mengaku tidak pernah bertemu dengan penghuni rumah mewah itu. Namun berdasarkan dari keterangan RT sebelumnya, rumah berwarna putih itu milik menantu Nurhadi, Rezky.

"Saya nggak yakin sebenarnya itu rumah milik siapa. Tapi berdasarkan keterangan RT sebelumnya ini rumah Pak Rezky. Saya nggak pernah ketemu orangnya juga," ujar N di depan kediamannya.

Dia mengaku baru setahun menjadi Ketua RT lantaran pejabat lama pindah hunian. Selama mengayomi lingkungan, dirinya hanya bertemu para tukang renovasi bangunan.

"Setahu saya rumah ini hanya proses renovasi. Selesai renovasi nggak ada yang ninggali. Saya biasa ngurus kegiatan lingkungan sama petugas-petugas renovasinya saja waktu itu," jelas dia.

Dia pun membenarkan adanya penyidik KPK yang menitipkan surat ke rumahnya. Hanya saja, N tidak menerima langsung surat tersebut.

"Surat dari KPK masuk ke saya tapi nggak langsung saya yang nerima. Saya minta tim saya di sini untuk langsung masukin saja ke kotak surat rumahnya. Sekitar dua mingguan lalu lah ya," ujarnya.

Reporter: Nanda Perdana Putra (mdk/gil)

Baca juga:
Soal Info Nurhadi di Apartemen & Vila, Pimpinan KPK Sebut Hanya Penyidik yang Tahu
Soal Keberadaan Nurhadi, Info MAKI atau Haris Azhar yang Bakal Terbukti
MAKI Ngaku Punya Data Aset Nurhadi, Segera Diserahkan ke KPK
Pengacara Sarankan KPK Periksa Haris Azhar, Korek Info Keberadaan Nurhadi
Memburu Nurhadi dan Harun Masiku Jadi Ujian, KPK Kuat atau Lemah
KPK Kejar Nurhadi: Sekarang Belum Berhasil, tapi Tidak Berhenti
Sayembara iPhone 11, Ada Info Nurhadi di Apartemen SCBD & Vila di Bogor

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami