Menengok Program Mitra Deradikalisasi di Ponpes Al-Hidayah Del Serdang

Menengok Program Mitra Deradikalisasi di Ponpes Al-Hidayah Del Serdang
PERISTIWA | 1 Desember 2020 18:01 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Boy Rafli Amar menyambangi Pondok Pesantren Al-Hidayah. Ponpes ini merupakan mitra deradikalisasi BNPT yang berada di bawah pimpinan Ustaz Khaerul Ghazali dan bergerak di bidang pendidikan.

Boy mengatakan, pesantren Al-Hidayah merupakan contoh program yang perlu terus dijalankan. Hal ini sesuai yang disampaikan Presiden Joko Widodo pada pelantikan Kepala BNPT di bulan Mei silam.

"Ini pertama kali saya ke sini selama 6 bulan bertugas, selain merupakan bentuk amanat undang-undang, Presiden juga mengingatkan akan Ponpes Al-Hidayah sebagai bentuk program yang bagus. Kami senang melihat kemajuannya dan kelak lahir pemimpin bangsa Insya Allah dari Ponpes ini yang semangat maju pantang menyerah, tapi tidak lupa akan akhlakul karimah dan mampu menyelaraskannya dengan nilai-nilai nasionalisme," ujar Kepala BNPT, Selasa (1/12).

Sementara, Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi, Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis mengatakan, dukungan terhadap Ponpes Al-Hidayah sudah cukup optimal. BNPT juga terus memperhatikan mitra deradikalisasi yang lainnya.

"Kami melihat baik Yayasan Lingkar Perdamaian maupun Pondok Pesantren Al-Hidayah sudah cukup mandiri dan dukungan dari berbagai pihak sudah optimal, saat ini kita sedang memperhatikan mitra-mitra Deradikalisasi lainnya yang masih membutuhkan bantuan, mohon dimaklumi," tuturnya.

Sementara, pemimpin Ponpes Al-Hidayah, Ustaz Khaerul Ghazalli mengungkapkan, di ponpes ini para santri menempa dan melatih keahlian di bidang pertanian dan peternakan. Pelatihan itu sebagai upaya pembuktian kepada masyarakat dan negara atas stigma dan label yang melekat kepada mantan narapidana terorisme beserta keluarganya.

"Santri di sini diberikan life skill bertani dan beternak agar mandiri, berkat kerja sama dengan BNPT juga. Kami berupaya untuk menunjukkan karya, bisa terlepas dari stigma yang ada. Semoga kunjungan Kepala BNPT ini diberkahi dan kita semua selalu dibawah lindungan Allah SWT," ujarnya.

Untuk diketahui, lahirnya pesantren tersebut berawal dari Rumah Tahfizh yang didirikan pada tahun 2015. Pada tahun 2016 mendapat apresiasi dari BNPT dengan dibangunnya Mesjid dan ruang belajar serta fasilitas lainnya, dan mendapat izin operasional dari Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang dan Kemenag Deli Serdang, Sumatera Utara.

Hingga saat ini Pondok Pesantren Al-Hidayah sudah dikenali hingga tingkat internasional yang mengundang sejumlah negara berkunjung untuk mempelajari program Deradikalisasi ke Indonesia. (mdk/gil)

Baca juga:
Kepala BNPT Tinjau Lokasi Kewirausahaan Mitra Deradikalisasi di Sumut
Rapat dengan BNPT, Komisi III Sebut Deradikalisasi Sering Disalahartikan
Silaturahmi dengan Mantan Teroris, Kepala BNPT Pesan Jaga Perdamaian dan Kerukunan
Barisan Muda PAN akan Gelar Rapimnas Bahas Deradikalisasi dan Reformasi Birokrasi
Bertemu Mahfud, Rektor UIN Sumut Minta Dukungan Program Deradikalisasi
Buya Syafii Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri Penganut Teologi Maut

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami