Mengaku anggota intel Polda Bali, Rifai gasak iPad Apple

Mengaku anggota intel Polda Bali, Rifai gasak iPad Apple
PERISTIWA | 22 Juni 2017 00:15 Reporter : Gede Nadi Jaya

Merdeka.com - Berbekal airsoft gun yang sudah berisi amunisi dan mengaku sebagai anggota intel dari Polda Bali, Reva Rifai (34) menggasak sejumlah barang di 6 lokasi berbeda. Namun upaya kejahatannya akhirnya berhasil diakhiri dan digiring ke Polsek Kuta, Rabu (21/6).

Pria asal Jimbaran Taman Griya Kuta Selatan, Badung, ini ditangkap usai melakukan aksi pencurian di rumah milik Nyoman Tri Santika di Jalan Legian Gang Bendesa Nomor 5 Kuta, Kabupaten Badung.

Kapolsek Kuta I Wayan Sumara menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut berdasarkan laporan dari korban saat masuk ke kamar untuk mengecek iPad Apple miliknya ternyata sudah tidak ada. Dari keterangan tetangga korban menyebut ciri-ciri pelaku yang berlagak seperti anggota polisi.

Mendapat keterangan tersebut, Tim Opsnal Polsek Kuta langsung mencari informasi dan saksi. Setelah mendapatkan informasi, baik nama dan ciri-ciri, yakni perawakan sedang tinggi 170 sentimeter, kulit putih, ada tatto, rambut pendek. Selain itu pelaku diketahui menggunakan SPM Honda Vario 125 warna putih DK 4470 OZ.

"Berbekal informasi dan ciri-ciri itu kita berhasil amankan pelaku di Jalan Benesari depan Hotel Four Point," kata I Wayan di Kuta Bali, Rabu (21/6).

Dari pengamanan ini, petugas menemukan 1 pucuk senpi jenis shoft gun merk colt 1911 beserta amunisi. Juga diketemukan 1 buah iPad Apple warna putih dan 1 buah dompet warna coklat milik seorang perempuan, lalu pelaku dibawa ke Polsek Kuta.

Hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatannya telah mengambil iPad Apple warna putih di sebuah rumah di Jalan Benesari, Kuta Badung. Selain itu, pelaku juga mengakui telah mengambil sebuah dompet kulit warna coklat yang berisikan 1 buah KTP, Luh Septi Budiarmini, Sim Luh Septi Budiarmini, STNK, USD 5 juta, 2 dolar Singapura, Rp 30.000 ribu, ngakunya mengambil di sebuah toko Circle K Jalan Benesari Kuta Badung, lalu tim kroscek ke TKP terkait kejadian di CK.

"Dia sudah beraksi di 6 TKP, dan tiap kali beraksi selalu membawa airsoft gun itu. Katanya hanya untuk takut-takuti jika aksinya ketangkap tangan kini kami kembangkan dari mana air gun itu. Selain itu pelaku juga pernah beraksi di salah satu tempat hiburan malam dan ia mengaku sebagai Intel Polda karena memiliki senjata, agar aksinya lancar," tuturnya.

Pihaknya mengaku masih akan mengembangkan kasus ini karena diduga masih ada TKP lain sehingga masih dikembangkan. "Pelaku kita jerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara," pungkasnya. (mdk/gil)

Pencuri motor modus sok akrab beraksi di Tambun

Geng anak putus sekolah Tulungagung, kerjanya mencuri & seks bebas

Sembunyi di loteng, dua pencuri sarang walet ditembak polisi

Modus tumpahkan isi tas ke mobil, Ponsel Pimred Republika dicuri

Butuh uang buat Lebaran, bapak 3 anak nekat mencuri di bengkel las

Tepergok curi motor mahasiswa, MY babak belur dihakimi massa

Mau bawa mobil curian pulang kampung, Adi dicokok di Pelabuhan Merak

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami