Mengaku Dianiaya, Warga Bogor Adukan Wakapolres Kepulauan Seribu ke Propam

PERISTIWA | 14 November 2019 21:50 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Sejumlah warga Bogor mengadukan Wakapolres Kepulauan Seribu Kompol Asep Alhuda ke Propam Mabes Polri dengan dugaan tindak penganiayaan. Salah satu pelapor, Lutfi (35) menyampaikan, Kompol Asep diduga melakukan penyekapan dan penganiayaan terhadap dirinya dan warga lain sekitar bulan Juni 2019 lalu di Desa Sukaluyu, Taman Sari, Bogor, Jawa Barat.

"Ke sini untuk proses tindak lanjut laporan terhadap Kompol Asep Alhuda yang menganiaya masyarakat dan saya pribadi," tutur Lutfi di Gedung Propam Polri, Jakarta Selatan, Kamis (14/11).

Alasan Lutfi bersama tiga orang lainnya datang ke Propam Mabes Polri lantaran aduannya di Propam Polda Metro Jaya tidak kunjung tuntas.

"Sampai saat ini saya belum mendapat kepastian hukum yang selama ini, itu. Makanya saya coba datang ke mabes untuk mengalihkan prosesnya," jelas dia.

Menurut Lutfi, kasus itu berawal pada 24 Juni 2019 lalu sekitar pukul 14.00 WIB. Terjadi cekcok disertai pemukulan antara Kompol Asep dengan warga lantaran masalah sepeda motor. Malam harinya, ada warga meminta tolong kepada Lutfi untuk mediasi ke kediaman aparat keamanan tersebut.

"Dan saya bantu datangi orang tersebut, Pak Kompolnya. Ternyata malah saya yang teraniaya. Saya yang dipukuli sampai beberapa kali dan muka saya lebam, bibir saya luka. Makanya saya buat laporan langsung ke Polda Metro," beber Lutfi.

Dalam laporannya, Lutfi menyertakan rekaman CCTV yang memperlihatkan pemukulan Kompol Asep terhadap warga. Terlebih, dirinya juga mengalami penganiayaan pada dini hari hingga pagi.

"Jelas ini penganiayaan. Saya sendiri korbannya. Saya dipukul beberapa kali dan bahkan mengeluarkan senjata pada saat itu. Senjata api, pas kejadian jam 02.00 WIB malam. Iya di rumahnya. Yg pertama saya nggak ada, itu warga. Kedua baru saya ada, mediasi jam 12 malam, datangi, malah dipukulin jam 02.00 WIB sampai jam 07.00 WIB pagi baru pulang ke rumah," kata Lutfi.

1 dari 1 halaman

Ditolak Polda Metro

Sejauh ini, Propam Mabes Polri meminta Lutfi untuk mengambil salinan berkas laporan yang sebelumnya dilayangkan ke Propam Polda Metro Jaya dan diserahkan bersama bukti lainnya ke Mabes Polri.

Adapun identitas korban yang diduga dianiaya di antaranya Aris (22), Rosid (27), Ace (34), Rosidin (39), dan Lutfi (35). Mereka merupakan warga Bogor dan tinggal di sekitaran kediaman orang tua Kompol Asep.

Terkait laporan Lutfi ke Propam Polda Metro Jaya terhadap Kompol Asep, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menyatakan masih memeriksa aduan tersebut.

"Masih dicek," ujar Argo melalui pesan singkat.

Reporter: Nanda Perdana Putra

Sumber: Liputan6.com (mdk/eko)

Baca juga:
Polisi Tetapkan 3 Orang Tersangka Penyerangan Mahasiswa UMI Makassar
Viral Video Polisi di Palembang Adu Jotos dengan 2 TNI di Jalan
UMI Bentuk Tim Pencari Fakta Ungkap Kasus Penyerangan Mahasiswa
Kasus Penganiayaan Siswa, Polisi Periksa Kepala SMPN 38 Pekanbaru
Pengemudi Taksi Online Kritis Usai Ditusuk 27 Kali oleh Penumpangnya
Gara-gara Anak Punya Utang, IRT Di Muratara Dibacok Sekelompok Orang

TOPIK TERKAIT