Laporan dari Arab Saudi

Mengenal e-Haj, Aplikasi Layanan Haji yang Memudahkan Jemaah Haji Indonesia

Mengenal e-Haj, Aplikasi Layanan Haji yang Memudahkan Jemaah Haji Indonesia
Wakil Sekretaris PPIH Arab Saudi Muhammad Luthfi Makki. dokumen kemenag
NEWS | 28 Juni 2022 21:07 Reporter : Lia Harahap

Merdeka.com - Penyelenggaraan ibadah haji dalam beberapa tahun terakhir menggunakan sistem yang dikenal sebagai e-Haj. e-Haj adalah sistem penyelenggaraan haji berbasis elektronik yang diterapkan secara seragam dan serentak oleh pemerintah Arab Saudi. Di dalamnya ada beberapa informasi terkait kuota jemaah haji reguler, haji khusus, dan juga kuota petugas.

Wakil Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Muhammad Luthfi Makki mengungkapkan, penggunaan sistem e-Haj pada pelayanan haji diharapkan dapat memudahkan pelayanan haji di Indonesia.

"e-Haj adalah sebuah sistem elektronik haji yang di dalamnya ada beberapa informasi, di antaranya soal kuota yang kami terima, sekaligus pembagiannya. Yaitu kuota jemaah haji reguler, haji khusus, dan kuota petugas," kata M. Luthfi Makki kepada tim MCH (Media Center Haji) di Kantor Urusan Haji, Jeddah dalam rilis diterima tim Media Center Haji (MCH) 2022.

Adapun cara pengoperasional e-Haj, panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) diminta untuk menginput data jemaah sekaligus pembuatan kloter. Selain untuk data jemaah, e-Haj juga berfungsi untuk ‘pemaketan’.

"Jika semuanya sudah ‘dipaketkan’, maka baru keluar Visa," katanya.

2 dari 2 halaman

Makki menambahkan, sejumlah kewajiban dalam penerbitan Visa ini adalah terkait kepastian soal penginapan di Mekah, Madinah, layanan bus, sampai dengan paket Masair (rangkaian ibadah haji) para jemaah. Ketika keempat kewajiban ini sudah terpenuhi, maka baru bisa diterbitkan Visa.

Makki menambahkan, penggunaan e-Haj tidak saja mempermudah jemaah dalam pelaksanaan ibadah haji. Namun dapat meningkatkan kualitas pelayanan jemaah. Jemaah dengan mudah menemukan tempat pemondokannya, atau naik bus apa. Pelayanan itu dengan mudah dilihat melalui aplikasi e-Haj.

"Jadi kalau misalkan keberangkatan gelombang pertama haji tahun ini datangnya di Madinah, rutenya Madinah-hotel-Mekah-Masair-Mekah lagi-baru Jeddah. Sama juga yang gelombang kedua,” papar Makki.

Fitur terbaru di E-Haj saat ini, bukan hanya sebagai pemaketan visa saja. Tetapi sekaligus menginput asal kedatangan pesawat, nomor pesawat, jumlah jemaah, jumlah rombongan, hingga izin untuk melakukan Hajj Permit dan Tasrekh Raudhah.

Makki juga merinci, di dalam sistem ini pula, panitia penyelenggara bisa mengetahui alur keuangan. Karena sistem pembayaran semua layanan dilakukan di sini. Bahkan pembayaran untuk paket Masair yang ada kenaikan dilakukan pembayaran melalui E-Haj. (mdk/gil)

Baca juga:
308 Petugas Haji Bertolak ke Makkah, Kepala Daker Madinah Minta Bekerja Maksimal
VIDEO: Momen Haru Lepas Keberangkatan Jemaah Kloter Terakhir dari Madinah ke Makkah
Update 28 Juni 2022: 76.421 Jemaah Haji Indonesia Sudah Berada di Arab Saudi
Skenario Pelayanan Jemaah Indonesia Saat Puncak Haji di Armuzna
Jemaah Haji Indonesia Dievakuasi dari KKHI Madinah ke Makkah Bertambah jadi 6 Orang
Bus Shalawat Setop Operasi 5 Dzulhijjah, Jemaah Haji RI Diminta Salat Dekat Hotel
Jelang Puncak Haji, Jemaah Diminta Hemat Energi dan Tenaga

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini