Mengenal Mohammad Tabrani, Sosok yang Usulkan Bahasa Indonesia Jadi Pemersatu

PERISTIWA | 15 Agustus 2019 06:45 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Sebagian masyarakat Indonesia, mungkin banyak yang tidak tahu jika Bahasa Indonesia yang kita gunakan saat ini sebagai bahasa nasional hadir dari sejarah yang sangat panjang.

Sejarah mencatat lahirnya Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa tak lepas dari sosok Mohammad Tabrani. Saat itu, kongres pemuda pertama Tabrani berani menentang Mohammad Yamin yang ingin menggunakan Bahasa Melayu.

Tabrani pada saat itu mengatakan jika sudah mempunyai Tanah Air Indonesia, Bangsa Indonesia maka bahasa juga Bahasa Indonesia. Sejak itu, Bahasa Indonesia ditetapkan sebagai Bahasa Persatuan.

Dari berbagai sumber merdeka.com merangkum sosok Mohammad Tabrani penggagas Bahasa Indonesia:

1 dari 3 halaman

Seorang Wartawan

Tabrani adalah seorang wartawan yang mulai bekerja pada harian Hindia Baru. Kemudian, Tabrani menjadi pemimpin majalah Reveu Politik di Jakarta dari tahun 1930 hingga 1932, pemimpin surat kabar Sekolah Kita di Pamekasan dari tahun 1932-1936.

Tabrani kembali menjadi pemimpin redaksi pada surat kabar Pemandangan. Tabrani menjabat selama dua periode yaitu Juli 1936 hingga Oktober 1940 dan Juli 1951 hingga April 1952.

Melalui surat kabar Pemandangan, Tabrani memperjuangakan Petisi Sutardjo yang berisi tuntutan kepada pemerintah Hindia Belanda agar Indonesia diberi kesempatan membentuk parlemen sendiri pada tahun 1936. Pada tahun 1940, Tabrani bergabung dengan Dinas Penerangan Pemerintah bagian jurnalistik dan selanjutnya pindah ke bagian kartotek dan dokumentasi.

Pada tahun 1940 juga, Tabrani pernah menjabat sebagai ketua umum PERDI atau Persatuan Djurnalis Indonesia di Jakarta periode 1939 hingga 1940.

2 dari 3 halaman

Ketua Kongres Pemuda I

Tabrani yang lahir di Pamekasan, Madura pada 10 Oktober 1904 merupakan Ketua Kongres Pemuda I yang berlangsung di Solo pada 1926. Ketika itu, Tabrani menyebut bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan bangsa. Konsep kebangsaan yang muncul dari gagasan M Tabrani tersebut merujuk pada kondisi nyata keberagaman manusia yang masih bersifat kedaerahan atau kesukuan dan masih mengutamakan kepentingan suku atau pun daerahnya masing-masing sebagaimana terbentuknya organisasi-organisasi pemuda pada masa itu.

Dalam Kongres Pemuda I tersebut, Tabrani berbeda pendapat dengan Mohammad Yamin yang ingin menggunakan Bahasa Melayu. Menurut Tabrani pada saat itu, jika sudah mempunyai Tanah Air Indonesia, Bangsa Indonesia maka bahasa juga Bahasa Indonesia.

3 dari 3 halaman

Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Sebagai penggagas Bahasa Indonesia, Tabrani melalui Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengusulkan Tabrani sebagai pahlawan nasional.

Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud, Prof Dadang Sunendar, mengatakan tanpa adanya Bahasa Indonesia, bangsa Indonesia saat itu sulit untuk merdeka. Karena itu Bahasa Indonesia mempersatukan bangsa Indonesia untuk berjuang meraih kemerdekaan.

"Almarhum merupakan penggagas Bahasa Indonesia. Padahal waktu itu belum ada Republik Indonesia. Kami mengusulkan pada bapak Mendikbud agar Bapak Mohammad Tabrani bisa menjadi pahlawan nasional," kata Dadang seperti dilansir Antara.