Mengenang Cebongan, solidaritas anggota Kopassus bunuh preman

Mengenang Cebongan, solidaritas anggota Kopassus bunuh preman
PERISTIWA | 11 Juni 2016 07:09 Reporter : Yulistyo Pratomo

Merdeka.com - Geng motor kembali berulah. Pratu Galang, anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang sedang menjalani pendidikan di Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdik Passus), menjadi korban. Dia tewas setelah dikeroyok dan ditusuk berandalan bermotor tersebut.

Kasus ini menambah daftar panjang keganasan geng motor di Bandung, Jawa Barat. Sebelumnya, seorang pentolan geng motor juga tewas usai dikeroyok dan disabet senjata tajam oleh lawannya.

Selain Galang, seorang prajurit TNI AU juga pernah menjadi korban keganasan geng motor tersebut. Selain dikeroyok, kepalanya dibacok dengan senjata tajam hingga tewas.

Rentetan kasus tersebut mengingatkan kembali pada kasus serupa yang terjadi pada 23 Maret 2013 lalu. 12 Anggota Kopassus yang baru saja menyelesaikan pelatihan di Gunung Lawu langsung membawa senjata dan menggeruduk Lembaga Permasyarakatan Cebongan di Sleman, Yogyakarta.

Peristiwa ini terjadi karena sekelompok preman berbuat ulah saat berada di Hugo's Cafe pada 19 Maret 2013 lalu. Empat orang pelaku mengeroyok dan membunuh seorang anggota Kopassus Sersan Satu Heru Santosa. Kejadian itu membuat 12 rekannya ingin membalas kejahatan yang dilakukan keempat preman itu.

Berikut rentetan kejadian yang dirangkum merdeka.com:

Baca juga:

Beredar foto geng motor pembunuh Kopassus, ini kata polisi

Banyak kasus bentrok, TNI dan Polri diminta tidak mudah diadu domba

Kasus penusukan, Pangkostrad imbau anggota tak bertindak sendiri

Anggota TNI tewas ditusuk di Bandung, Deddy Mizwar merasa ngeri

Polisi minta penusuk Pratu Galang menyerah

Baca Selanjutnya: Malam yang mencekam...

Halaman

(mdk/tyo)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami