Mengerikan, Pasukan Elite Dunia Ini Jadikan Ular sebagai Santapan Lezat

PERISTIWA | 18 Oktober 2019 06:30 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Menjadi pasukan elite harus diterpa dengan berbagai latihan-latihan yang ekstrem. Dari latihan ekstrem tersebut menghadirkan prajurit-prajurit yang kuat dan siap diterjunkan dalam kondisi apapun, termasuk dalam keadaan perang.

Bukan hanya dilatih dengan cara yang ekstrem, seorang prajurit pasukan elite juga harus mampu bertahan hidup dalam kondisi apapun, termasuk di hutan. Salah satunya dengan menyantap binatang buas seperti ular.

Prajurit ini juga dilatih meminum darah ular untuk bertahan hidup. Berikut ini prajurit elite dunia yang menjadikan ular sebagai santapannya:

1 dari 4 halaman

Marinir TNI AL & AS Bertahan Hidup dengan Makan Ular

Seorang prajurit TNI harus mampu bertahap hidup meski di dalam hutan. Cara bertahan hidup seorang prajurit sampai harus memangsa binatang buas, seperti ular untuk menjadi menu makanan mereka jika sedang berada di dalam hutan.

Cara bertahan hidup prajurit TNI menarik perhatian prajurit lain untuk belajar bertahan hidup. Salah satunya Prajurit Marinir Indonesia dan Amerika (USMC) yang tergabung dalam Marine Exercise bagian dari Latihan Bersama Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT) 2019 mendapat pelajaran cara bertahan hidup di hutan (jungle survival) dari prajurit Korps Marinir TNI AL di hutan Selogiri, Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur.

Seperti dikutip dari Instagram @PuspenTNI tanggal 4 Agustus 2019, cara bertahan hidup yang diajarkan yakni memperkenalkan sekaligus mempraktikkan cara menangkap dan memasak sejumlah binatang buas. Seperti biawak dan ular.

Meski mulanya terlihat agak geli, prajurit Marinir Amerika akhirnya mencoba mencicipi sejumlah Botani dan Hewani yang telah dicontohkan terlebih dulu oleh para pelatih maupun peserta dari Marinir Indonesia, bahkan beberapa di antara mereka ada yang mencoba menangkap ular dan biawak.

2 dari 4 halaman

Kopassus Bunuh dan Minum Darah Ular

Prajurit Kopassus TNI AD juga dikenal tangguh dalam bertahan hidup. Salah satunya soal makanan. Mereka harus bisa memanfaatkan apa yang bisa dimakan untuk bertahan hidup di medan perang/lokasi operasi. Ular menjadi salah satunya.

Bahkan, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Jim Mattis pernah disuguhkan atraksi prajurit Kopassus memakan ular. Saat itu, Mattis akan meninggalkan Jakarta setelah melakukan lawatan resmi, 22-24 Januari 2018.

Sebagai bagian dari upacara pelepasan kepergian Mattis, Kopassus menyuguhkan parade perpisahan yang sensasional pada 24 Januari 2018, di Kompleks Mabes TNI, Cilangkap. Jim Mattis disuguhkan dengan beragam aksi prajurit elite RI itu, mulai dari simulasi penyelamatan sandera dan rappeling dari helikopter.

Selain itu, tak terlewat, unjuk kekuatan fisik, kemampuan bela diri, dan bertahan hidup para prajurit Kopassus; seperti berjalan di atas bara api, berguling di atas serpihan beling, memecahkan batu menggunakan kepala, hingga aksi membunuh dan meminum darah ular.

"Ularnya! Kalian lihat cara mereka membuat ular-ular itu lelah dan mereka memutar-mutar ular itu," kata Mattis kepada reporter Reuters di Jakarta, seperti dikutip dari media AS, The Drive (25/1/2018).

3 dari 4 halaman

Makan Ular Jadi Syarat Kelulusan Perwira Kurdi

Sementara itu, makan ular menjadi syarat kelulusan Perwira Kurdi. Upacara kelulusan bagi para perwira Kurdi di Irak dilakukan dengan berbagai atraksi ekstrem yang dimulai dari latihan fisik, keterampilan bela diri hingga memakan hewan hidup-hidup seperti ular.

Contohnya seorang perwira Kurdi Irak Peshmerga menggigit seekor ular saat menunjukkan keterampilan dalam upacara kelulusan di Kota Soran, sekitar 100 kilometer timur laut ibu kota otonomi wilayah Kurdi di Arbil, Irak (16/10/2019).

4 dari 4 halaman

Tentara Thailand & AS Minum Darah Ular Buat Bertahan Hidup

Bukan hanya makan ular sebagai cara untuk bertahan hidup. Meminum darah ular juga bisa dilakukan untuk bertahan hidup di tengah hutan. Aksi ekstrem tersebut dilakukan dalam latihan gabungan Cobra Gold, antara tentara Thailand dan Marinir AS, di Chanthaburi, Thailand, pada Kamis, Kamis (14/2/2019).

Dalam latihan Marinir AS dengan tentara Thailand, satu persatu pasukan Marinir AS mencoba meminum darah ular sebagai cara bertahan hidup di hutan. (mdk/dan)

Baca juga:
Militer Arab Saudi Pamer Kekuatan Jelang Puncak Haji
Kegarangan Prajurit TNI Latihan Menembak dengan Senapan Mesin di Aceh
Kapal Penghancur Jepang berlabuh di Tanjung Priok
Melihat Bengkel Perbaikan Senjata Tentara Libya
Tentara Pemberontak Serang Ibu Kota Libya
Aksi Militer Uni Emirat Arab Pamer Kekuatan di IDEX 2019
Cantiknya Pilot Jet Tempur Wanita Pertama Swiss