Menghadap Jokowi, Menlu Lapor Pembahasan Isu saat Pertemuan DK PBB

PERISTIWA | 27 Mei 2019 14:51 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi menghadap Presiden Joko Widodo. Retno melaporkan sejumlah isu yang dibahas dalam pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa ( DK PBB) yang digelar di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat.

"Saya baru saja bertemu dengan Presiden, laporan singkat mengenai keketuaan Indonesia di DK PBB. Saya baru dari New York untuk kembali memimpin dua pertemuan di DK," kata Retno di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (27/4).

Retno menjelaskan, ada dua isu yang dibahas dalam pertemuan DK PBB. Pertama isu Timur Tengah, termasuk konflik Palestina. Kedua isu perlindungan warga sipil di wilayah konflik.

"Saya juga memimpin dua pertemuan. Satu mengenai masalah peacekeeping operation terutama dari masalah pelatihan dan juga capacity building kepada para peacekeepers," terangnya.

Indonesia resmi menjabat sebagai Presiden DK PBB selama bulan Mei 2019.

Forum DK PB ini dipimpin oleh Retno Lestari Priansari Marsudi. Indonesia sudah mengirim 3.080 personel yang terlibat dalam forum tersebut.

Sebagai negara yang ditunjuk sebagai Presiden DK PBB, Indonesia memiliki wewenang mengatur metode kerja yang efektif dan efisien dalam rangka mengumpulkan kesepakatan isu-isu yang akan diangkat.

(mdk/rhm)