Mengintip Cara Hidup New Normal di Indonesia

Mengintip Cara Hidup New Normal di Indonesia
PERISTIWA | 20 Mei 2020 13:31 Reporter : Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Pemerintah meminta rakyat bersiap untuk menghadapi hidup ‘New Normal’ usai pandemi Covid-19 berakhir. Kebiasaan baru dengan menekankan protokol kesehatan diprediksi terjadi usai pandemi.

Peneliti Center For Innovation and Governance (Cigo) Fia UI, Eko Sakapurnama memberikan catatan perkiraan jika masyarakat memulai perubahan dan terbiasa dengan the new normal.

"Selain protap yang sudah berlaku seperti pakai masker, cuci tangan. Pemerintah juga harus menyiapkan protokol setiap masing-masing sektor seperti pendidikan, dunia usaha, manufaktur, transportasi dan lain-lain," ujarnya saat dihubungi merdeka.com, Rabu (20/5).

Menurutnya, ke depan perubahan itu akan terjadi di beberapa sektor kehidupan seperti, restoran yang akan memakai bilik pelindung, pengecekan suhu menjadi wajib dan WFH akan menjadi permanen diterapkan perusahaan.

"Kemudian, seperti pabrik akan siapkan teknologi robotik, layanan jasa panggilan online semakin marak termasuk bengkel-bengkel. Dari segi kesehatan, telemedicine menjadi biasa dan masyarakat akan mulai sadar kebutuhan multivitamin, makanan yang sehat," sebutnya.

Dia menambahkan untuk sektor pendidikan, para murid maupun mahasiswa akan terbiasa dengan masuk kelas secara bergantian atau sesi kelas blanded tatap muka jarak jauh.

"Untuk sektor yang lainnya, semisal konser musik secara online, pertandingan olahraga tanpa penonton. Hingga masuk ke mall dengan jumlah batas pengunjung. Itu semua mungkin akan terjadi," kata Eko.

Kebiasaan itu, lanjut dia, akan diterapkan sampai vaksin Covid-19 telah ditemukan, maka penting untuk masyarakat memulai prilaku displin menjalankan protokol tetap kesehatan.

"Lalu, Sarana dan prasarana akses teknologi digital untuk WFH dan online, e-commerce, telemedicine, harus disiapkan pemerintah. Maka penting rubah pola pikir pemerintah untuk new normal, sehingga kebijakan yang disusun berdasarkan situasi dan fakta di lapangan (evidence based policy)," pungkasnya.

1 dari 1 halaman

Bersiap Hidup New Normal

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta rakyat bersiap hidup dalam new normal atau kehidupan baru. Yakni, beraktivitas secara normal sebelum wabah Covid-19 namun, tetap menerapkan protokol kesehatan.

Demikian dikatakan Menko PMK Muhadjir Effendy dalam video conference usai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi.

"Bapak Presiden juga menekankan pentingnya kita harus bersiap siaga untuk menghadapi era normal baru, kehidupan normal baru. Dimana kita akan berada dalam situasi yang beda dengan normal sebelumnya," kata Muhadjir, Senin (18/5).

Dalam rapat kabinet, Muhadjir mengatakan bahwa pemerintah juga membahas soal pengurangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Menurut dia, pengurangan ini dilakukan untuk meningkatkan atau memulihkan produktivitas.

Meski begitu, Muhadjir mengatakan kebijakan pengurangan PSBB tersebut belum diputuskan. Pasalnya, Jokowi meminta agar dilakukan kajian yang detail sebelum menerapkan kebijakan pengurangan PSBB.

"Bapak presiden telah menetapkan perlunya ada kajian yang cermat dan terukur dan melibatkan banyak pihak untuk mempersiapkan tahapan-tahapan pengurangan PSBB," jelas Muhadjir. (mdk/rnd)

Baca juga:
Strategi IPC Hadapi The New Normal di Tengah Pandemi Corona
Sambut New Normal, Polri Nilai Perlu Sinergitas Bangun Kepercayaan Publik
Sambut Era New Normal, Bank BNI Maksimalkan Layanan Digital
New Normal, Begini Cara Warga AS Tetap Aman Bersantai di Taman
Helmy Yahya sebut Pemerintah harus Belajar Gaya Komunikasi untuk Mulai The New Normal

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami