Mengintip Latihan Prajurit TNI Jadi Pasukan Perdamaian Dunia

PERISTIWA | 5 Maret 2019 05:30 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Tentara Nasional Indonesia atau TNI sering mengirim pasukannya sebagai anggota misi perdamaian PBB ke luar negeri. Pasukan itu dinamakan Garuda Indobatt (Satgas Indonesian Battalion). Tak mudah untuk bisa bergabung dalam pasukan ini. Tes masuknya cukup sulit.

Letjen TNI AM Putranto yang saat itu pernah menjabat sebagai Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI menjelaskan seleksi yang harus dilalui oleh Pasukan Garuda Indobatt. Seleksi tersebut meliputi tes kesehatan umum, jiwa dan rohani.

Kemudian psikologi, Bahasa Inggris, stir mobil, komputer. Selain itu pengetahuan mengenai proses komunikasi yang akan digunakan di lokasi.

Setelah berhasil melalui seleksi itu, anggota akan mengikuti kegiatan pratugas selama 30 hari untuk mengenal mekanisme kerja PBB dan kondisi lapangan di mana para prajurit akan diterjunkan.

Agar menjadi pasukan tangguh, pasti ada banyak latihan yang harus anggota TNI jalani. Berikut latihan anggota pasukan perdamaian baik dilakukan di dalam atau di luar negeri:

1 dari 4 halaman

Membaca Peta Navigasi dan GPS

Pasukan Garuda Indobatt-03. ©2017 puspen tni

Pasukan Garuda Indobatt melakukan latihan bersama Tentara Sektor Timur UNIFIL. Salah satu latihan yang mereka jalani adalah materi pengetahuan Peta Navigasi dan GPS yang dilaksanakan di dalam ruangan.

Sedangkan untuk latihan di luar ruangan, mereka melakukan patroli bersama dengan dua tahap yakni berjalan kaki dan menggunakan kendaraan tempur, mengantisipasi serangan lost control dari para demonstran saat berunjuk rasa atau melakukan demo serta memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan, baik sipil maupun militer.

2 dari 4 halaman

Latihan Menembak

Kontingen Garuda juara lomba menembak di Lebanon. ©puspen TNI

Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-I/Unifil (United Nations Interim Force In Lebanon), menggelar Latihan Bersama tentara pasukan FCR (Force Commander Reserve) dari Kontingen Prancis.

Pelaksanaan latihan bersama ini diawali dengan Latihan Menembak di Lapangan Tembak Sektor Timur Unifil, Ebel Al Saki, Lebanon Selatan. Dalam sesi ini, Letda Inf Chonis selaku Danton Indobatt menjelaskan tentang karakteristik senjata SS-2 V4 kepada Tentara Prancis.

3 dari 4 halaman

Latihan Anti Huru Hara

Pasukan garuda terima penghargaan medali PBB. ©puspen tni

Satgas Indonesian Battalion (Indobatt) Konga XXIII-L/Unifil (United Nations Interim Force In Lebanon) bersama tentara FCR (Force Commander Reserve) dari Perancis melakukan latihan huru hara di Main Gate Markas Indobatt UNP 7-1 Adshit Al Qusayr, Lebanon Selatan 2018 lalu.

Latihan itu untuk mengantisipasi munculnya para demonstran yang mungkin terjadi saat melaksanakan misi perdamaian. Latihan itu melibatkan 2 Satuan Setingkat Kompi Gabungan Prajurit Indobatt dan FCR, 26 kendaraan tempur, 2 truck, 3 kendaraan ringan dan 3 ekor anjing pelacak.

4 dari 4 halaman

Latihan Medis

Pasukan Garuda Indobatt Gelar Latihan Medis. ©2018 puspen tni

Satgas Indonesian Battalion (Indobatt) Konga XXIII-L/Unifil (United Nataions Interim Forces In Lebanon) melakukan latihan bersama dengan Sektor Timur Unifil, di Area Operasi Markas Indobatt, UN Posn 7-1 Adshit Al Qusayr, Lebanon Selatan.

Latihan bersama yang melibatkan 87 tentara dari Nepal, India, Malaysia, Spanyol, Serbia, Fiji dan Kamboja itu bertajuk "east angel". Latihan itu seperti melakukan pertolongan pertama saat melakukan evakuasi. (mdk/has)

Baca juga:
2 Jenderal Spanyol Puji Kiprah Pasukan Garuda TNI di Lebanon
322 Personel Polri Ikut Misi Perdamaian ke Sejumlah Negara di Afrika
Aksi Pasukan TNI di Luar Negeri yang Tak Bisa Dilakukan Negara Lain
Pasukan Garuda TNI Berhasil Damaikan Konflik Berdarah 2 Suku di Kongo
10 Petugas Perdamaian PBB Tewas Dibunuh di Mali Utara
Deretan Jenderal TNI dengan Pengalaman Tempur Menegangkan saat Perang