Mengupas pesawat canggih CN295 buatan Indonesia

PERISTIWA | 10 September 2018 07:00 Reporter : Desi Aditia Ningrum

Merdeka.com - Direktorat Polisi udara Baharkam Mabes Polri resmi memiliki pesawat teranyar CN295. Pesawat ini buatan asli Indonesia yaitu hasil produksi PT Dirgantara Indonesia (DI).

Kabarnya pesawat ini lebih canggih dibanding pesawat sebelumnya yang dimiliki Dit Polisi Udara Mabes Polri yakni, CN235. Apa saja kecanggihannya?

1 dari 3 halaman

Dibekali mesin Turbropop Pratt & Whitney PW127 G

Pesawat CN295. ©2018 Merdeka.com/Kirom

Dirut PT DI Elfien Goentoro mengatakan, pesawat CN295 lebih canggih dari pada CN235. Salah satu kecanggihannya dengan dibekali mesin teranyar Turbropop Pratt & Whitney PW127 G yang dilengkapi 6 baling-baling Hamilton standar 586 F. Menurutnya esawat CN295 merupakan pengembangan dari pesawat CN235 yang porsi badannya (fuselage) diperpanjang tiga meter.

2 dari 3 halaman

Punya lima konfigurasi

Pesawat CN295. ©2018 Merdeka.com/Kirom

Dirut PT DI Elfien Goentoro mengatakan, pesawat CN295 memiliki lima konfigurasi berupa VIP, Passenger, Troops, Paratroops, dan Medical Evacuation.

"Ini adalah pesawat multiguna, yang memiliki konfigurasi yang disiapkan PTDI dan diserahkan bersamaan dengan penyerahan pesawat," kata Elfien, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Jumat (7/9).

Lebih jauh, Elfien menerangkan, untuk kapasitas konfigurasi penumpang pada pesawat CN295 ini memiliki kemampuan angkut hingga 50 orang penumpang.

"Konfigurasi troops kapasitas adalah 70 orang, konfigurasi fully equipped paratroops kapasitasnya adalah 45 orang, sementara untuk konfigurasi medical evacuation mampu membawa 24 stretchers," terangnya.

 

3 dari 3 halaman

Bisa ngangkut beban seberat 9 ton

Pesawat CN295. ©2018 Merdeka.com/Kirom

Dirut PT DI Elfien Goentoro mengatakan, dari sisi konfigurasi pesawat, CB295 bisa mengangkut beban seberat 9 ton 200 kilogram yang dirancang dengan sistem knock down. Sistem ini, memudahkan pilot untuk melakukan take off dan landing di bawah 1.000 meter.

"800 meter saja sudah bisa landing take off. Jadi air striff yang pendek. Kecepatanya juga sangat baik dengan 480 km, dengan crushing bisa sampai 7 jam," kata Elfien, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Jumat (7/9).


Ditambahkan Direktur Niaga PT Dirgantara Indonesia Irzal Rinaldi mengaku, pesawat CN295 ini dibanderol dengan harga mencapai 45 juta USD. "Harga tahun 2015 dengan kelengkapan yang ada sekitar 45 juta USD kalau yang CN235 itu full sekitar 35 juta USD," tandasnya. (mdk/has)

Baca juga:
Rupiah melemah, PT DI akan renegosiasi kontrak pemesanan pesawat
Ini fasilitas CN295, pesawat multiguna armada baru Polri
CN295, pesawat baru polisi udara besutan PT DI
PTDI serahkan dua unit pesawat NC212i ke angkatan udara Filipina
Bos PTDI harap pesawat Nurtanio bisa kantongi sertifikasi Uni Eropa
PTDI ekspor 5 pesawat jenis NC-212 ke Filipina dan Vietnam