Hot Issue

Mengurai Persekongkolan Jahat Bebaskan Djoko Tjandra

Mengurai Persekongkolan Jahat Bebaskan Djoko Tjandra
PERISTIWA | 4 September 2020 14:40 Reporter : Eko Prasetya

Merdeka.com - Persekongkolan untuk membebaskan Djoko Tjandra dari jeratan hukum melibatkan banyak pihak. Mulai dari jenderal polisi, Kejaksaan Agung hingga pengacara dan politisi.

Kejagung dan Polri kini tengah mengusut skandal hukum para pejabatnya demi meloloskan terpidana kasus cessie Bank Bali tersebut. Setidaknya, ada dua kasus yang membelit Djoko, di luar cessie Bank Bali.

Kasus pertama, tentang pengurusan fatwa di Mahkamah Agung (MA). Jaksa Pinangki mengajukan diri kepada Djoko sebagai orang yang mampu mengurus hal tersebut. Padahal, fatwa MA tidak terkait dengan tugasnya sebagaiKepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II Kejagung.

Fatwa MA penting bagi Djoko, demi terbebas dari eksekusi dan putusan kasus cessie Bank Bali yang menjeratnya belasan tahun lalu.

Sejumlah pertemuan antara Djoko dan Pinangki pun terjadi untuk membahas persekongkolan tersebut. Belakangan, nama Politikus NasDem, Andi Irfan pun mencuat. Dia diduga menjadi perantara duit suap USD 500 ribu dari Djoko kepada Pinangki.

Nama Andi muncul pertama kali ketika Kejagung memeriksa politisi NasDem itu, Senin (24/8). Dalam pemeriksaan kedua, Andi langsung ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Baca Selanjutnya: Apa Peran Andi Irfan?...

Halaman

(mdk/rnd)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami