Menhan: Saya tidak ingin di republik ini ribut-ribut!

Menhan: Saya tidak ingin di republik ini ribut-ribut!
Ryamizard Ryacudu. ©AFP PHOTO
PERISTIWA | 13 Mei 2016 16:32 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - ‎Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu menegaskan pelaku yang terbukti menyebarkan paham komunis baik dalam bentuk logo palu arit, buku maupun diskusi akan dikenakan hukuman. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1999 tentang Perubahan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang berkaitan dengan kejahatan terhadap keamanan negara.

"Apa pun dalam segala bentuk wujudnya akan dipidana 20 tahun‎," kata Ryamizard di Kemenhan, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (14/5).

Dijelaskannya, paham komunis merupakan perseteruan masa lalu. Ryamizard mengaku tak ingin mengungkit kembali luka lama yang pernah terjadi di tanah air ini.

‎"Saya tidak ingin di republik ini ribut-ribut. Maunya aman, tidak terjadi apa-apa, apalagi pertumpahan darah," ujarnya.

Belakangan, atribut komunis tidak hanya beredar dalam bentuk kaos bergambar palu arit, namun sudah beredar buku yang tersaji dalam media daring format PDF.

Menanggapi hal ini, Ryamizard tak memberikan toleransi kepada pelaku yang mengedarkan paham komunis melalui format PDF. ‎Menurut dia, apa pun bentuknya jika menyebarkan paham komunis akan ditindak secara hukum.

‎"Apa pun yang berbau komunis dilarang," pungkasnya.‎ (mdk/did)

Baca juga:

Ketua Purnawirawan TNI AD serang Jokowi dan Luhut soal Simposium 65

Kejati Riau pantau peredaran buku paham komunis di toko-toko

Prijanto setuju film G30SPKI diputar kembali secara rutin

Prijanto minta penjual kaos palu arit diselidiki apakah terkait PKI

Ini jawaban Kapolri disebut kebablasan soal atasi komunisme

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami