Menhub sebut kasus penerbangan balon udara menurun

PERISTIWA | 19 Juni 2018 21:00 Reporter : Kirom

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan mencatat terjadi penurunan kasus penerbangan balon udara khususnya di wilayah pulau Jawa sejak jelang puncak arus mudik 2018. Laporan terakhir mencatat hanya 15 kasus balon udara yang terbang di sekitar Pulau Jawa.

"Dari laporan terakhir masih ada 15 kasus balon udara yang terbang di sekitar Pulau Jawa," kata Menteri Perhubungan Budi Karya di posko mudik terpadu terminal 1, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa (19/6).

Jumlah tersebut, lanjut Budi, sudah jauh lebih menurun dibanding Minggu kemarin, dengan jumlah aduan sebanyak 75 kasus.

Menteri Budi menjelaskan, dalam laporan pengamanan jalur udara terkait adanya balon gas di sisi udara penerbangan ini, pihak kepolisian setempat juga telah mengamankan 100 balon udara yang nantinya ditindaklanjuti.

"Kita sudah bekerja sama dengan kepolisian nantinya, akan dilihat jenis balon udaranya seperti apa. kita tekankan bagi yang menerbangkan balon udara akan disanksi kurungan dua tahun penjara," kata dia. (mdk/rzk)

Baca juga:
4 fakta dibalik pelarangan penerbangan balon udara di Indonesia
Kecepatan pesawat 700 km/jam, pilot tak mungkin bisa hindari balon udara
Pemerintah gandeng kepolisian atur penerbangan balon udara
Airnav catat keluhan gangguan balon udara mulai berkurang
Ini syarat agar masyarakat bisa terbangkan balon udara dengan aman
Balon udara pembuat bahaya penerbangan terbanyak ditemukan di Semarang dan Yogya

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.