Menikmati sedapnya 'Kepiting Tol Bergoyang' di Kuta Bali

Menikmati sedapnya 'Kepiting Tol Bergoyang' di Kuta Bali
usaha kuliner "Tol Bergoyang". ©2015 Merdeka.com
PERISTIWA | 3 April 2015 07:01 Reporter : Gede Nadi Jaya

Merdeka.com - Tidak hanya sejumlah mahasiswa dan pemerintahan mengunjungi kelompok nelayan Wanasari Tuban, para sahabat Samudra ini juga kerap diundang ke luar negeri. Mereka kerap diminta untuk memaparkan kiat menyulap perahu menjadi sebuah tempat wisata kuliner yang ramai dikunjungi banyak wisatawan.

Makanan khas yang disajikan para nelayan ini adalah kepiting dengan menu khusus Kepiting Tol Bergoyang. Disebut-sebut nama tol dalam menu makanan khas restoran Kampong Kepiting, ini setelah adanya jalan tol yang merubah dan menggoyang mata pencaharian mereka.

"Sebelum ada tol kehidupan kami hanya melaut, mencari ikan untuk konsumsi. Saat proyek jalan tol, kami seperti di gusur, tak ada tempat dan harapan. Kami terus berjuang agar bisa kami buktikan kalau kami bisa, inilah buktinya," kata Made Sumasa, ketua kelompok Nelayan Wanasari Tuban, Kamis (2/4) di Kampong Kepiting Tol Ngurah Rai Tuban, Kuta di Bali.

usaha kuliner quottol bergoyangquot

Kawasan ini berada sebelum masuk ke Tol Ngurah Rai. Tepatnya jika dari bay pass Dewa Ruci, lokasinya ada di tikungan sebelah kiri bundaran Patung I Gusti Ngurah Rai.‎ Masuk di parkiran Kampong Kepiting, kita sudah disambut senyum ramah para nelayan di bale-bale.

Di lokasi parkiran, kita akan diarahkan akan wisata mancing atau menikmati kuliner ala nelayan. Untuk melihat restoran kepiting, tinggal jalan sedikit di antara rimbunan hutan mangrove, maka akan terlihat sebuah restoran mengapung di tengah laut bawah jalan tol. Banyak menu yang disajikan di restoran milik kelompok nelayan Wanasari. Namun yang jadi andalan adalah Kepiting Tol Bergoyang.

"Sebelum kita buka usaha kuliner, kita budidaya kepiting bakau. Namun gagal karena tertipu oleh pembeli, akhirnya kita coba untuk produksi sendiri dengan pembibitan dan menjual dalam sajian masakan," kenang Sumasa.

usaha kuliner quottol bergoyangquot

Tidak hanya khas makanannya yang jadi andalan di restoran ini, minuman welcome drink juga menjadi khas di restoran Kampong Kepiting. Minuman yang diolah dari buah pohon mangrove.

"Ini minuman sehat, rasanya manis-manis asam. Penderita asal urat darah tinggi atau rendah sangat tepat minuman khas kami yang kita berikan cuma-cuma," aku Sumasa sambil menyuguhkan segelas welcome drink.

Saat mencicipi minuman buah mengrove, rasanya agak sedikit kecut. Namun benar, terasa sangat menyebarkan dan hangat di dada. Seperti minum wedang jahe tapi sedikit asam.

"Di sini kami tidak hanya memanfaatkan lahan mengrove. Tapi kami juga merawat hutan mangrove, menjaga dari limbah ikan dan minyak yang kerap tumpah mengalir dari kapal-kapal ikan di Benoa. Termasuk sabun cuci kami olah sendiri dari bahan ramah lingkungan tanpa bahan kimia," aku Sumasa.

usaha kuliner quottol bergoyangquot

Keberhasilan akan ide kreatif para kelompok nelayan di Kampong kepiting ini patut diacungi jempol. Bahkan, mereka sedang berusaha mencetuskan alat mesin perahu tenaga surya guna menghemat BBM. (mdk/hhw)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami