Menjaga Keberagaman Beragama di Jember Saat Tahun Baru Imlek

PERISTIWA | 26 Januari 2020 01:03 Reporter : Muhammad Permana

Merdeka.com - Nuansa toleransi dan keberagaman, amat terasa dalam di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Pay Lien San yang ada di Jember, Jawa Timur. Hari Sabtu (25/1), mereka tengah merayakan Perayaan tahun baru Imlek 2571 Kongzili.

Sejak pagi, tidak saja penganut Tri Dharma saja yang ada di TITD yang beralamat di Desa Glagahwero, Kecamatan Panti tersebut. Beberapa tokoh dan masyarakat lintas agama di Jember, turut hadir untuk mengucapkan selamat Imlek kepada umat Tri Dharma-gabungan penganut Taoïsme, Konghucu dan Buddha.

Dua kelompok lintas agama dan elemen masyarakat di Jember, Silaturahmi Antar Umar Beragama dan Masyarakat (Sila Emas) dan Peace Leader Jember (PLJ) datang ke TITD untuk menyampaikan pesan toleransi. Mereka datang untuk merawat kerukunan antar sesama.

"Acara ini dalam rangka merawat kerukunan di masyarakat. Ini juga momentum untuk kita lebih dalam mengenal satu sama lain, sehingga mencegah saling curiga," ujar Romo Hendrikus Dili O.Carm, pemuka Gereja Katolik Santo Yusuf Jember yang ikut hadir bersama Sila Emas.

Dia menyebut, acara ini juga sebagai ikhtiar menepis timbulnya kemungkinan saling curiga antar umat beragama.

Selain itu, Guru Pendidikan Kewarganegaraan di SMK Sunan Ampel, Sukorambi, Dwi Wahyuni juga turut mengajak muridnya. Dia ingin mengenalkan pada peserta didiknya mengenai Tri Dharma.

"Harapannya, anak-anak bisa lebih mengenal keberagaman yang ada. Sebenarnya mereka sudah sangat tahu klenteng itu apa, tapi tidak ada salurannya, sehingga kami bantu salurkan," ujar anggota Peace Leader itu.

Selain makan bersama, acara Imlek itu juga diikuti dengan kegiatan sosial berupa pembagian beras dan juga angpao kepada warga sekitar yang membutuhkan.

"Kita berbagi seperti ini, tidak saja saat Imlek, tapi juga saat Idul Fitri. Kami bersyukur toleransi di sini sangat tinggi," papar Hery Novem Stadiono, Wakil Ketua TITD Pay Lien San di sela-sela perayaan imlek.

Acara kemudian dilanjutkan Hery mengajak para siswa dan pengunjung non-Tri Dharma untuk berkeliling ke seluruh ruangan yang ada di TITD Pay Lien San. Dia memperkenalkan nama-nama patung dewa yang ada di setiap altar kepada para pelajar dan mahasiswa lintas agama. (mdk/fik)

Baca juga:
Aksi Barongsai dan Naga Hibur Warga di Car Free Day Bundaran HI
Perayaan Imlek, Barongsai Meriahkan CFD Thamrin-Bundaran HI
Klenteng TITD Pay Lien San, Potret Toleransi Umat Beragama di Jember
Narapidana di Bangka Belitung Penerima Remisi Imlek 2020 Terbanyak
Pedagang Burung Pipit dan Bunga Raup Untung Berlipat di Hari Imlek
Libur Tahun Baru Imlek, Penumpang PT KAI Naik 7 Persen

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.