Menkes Beri Santunan ke Tenaga Medis Jateng yang Wafat Saat Tangani Pasien Covid-19

Menkes Beri Santunan ke Tenaga Medis Jateng yang Wafat Saat Tangani Pasien Covid-19
PERISTIWA | 12 Juli 2020 04:04 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, memberikan penghargaan dan santunan kepada lima ahli waris tenaga kesehatan Provinsi Jawa Tengah yang meninggal dunia setelah merawat pasien Covid-19.

Lima tenaga kesehatan yang gugur tersebut adalah dr Sofyan Endi dari RSUD Soedjati Soemordiardjo Purwodadi, Dr Sangaji Widi dari Puskesmas Karanganyar Kota Semarang, Yuni Wuryaningsih dari Puskesmas Sayung Demak, Yadi Siswanto dari Puskesmas Bangsri Jepara dan Siti Fatimah dari RSUD RA Kartini Jepara. Pihak ahli waris diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan atau kepala Puskesmas setempat untuk menerima penghargaan itu.

"Kami mewakili Presiden dan seluruh masyarakat Indonesia sangat belasungkawa dan penghormatan, dan terima kasih yang sudah tulus bekerja. Penghargaan ini diberikan oleh pemerintah kepada ahli waris yang ditinggalkan. Semoga ini bisa memberikan rasa hormat pada ahli waris, pada mereka para pahlawan yang gugur itu," kata Terawan di Gedung Poltekes Semarang, Sabtu (11/7).

Terawan memastikan pemerintah merasa kehilangan atas gugurnya para pahlawan kesehatan dalam menangani pasien Covid-19.

"Mereka harus menjadi teladan, menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia," ungkapnya.

Terawan juga meminta seluruh masyarakat tetap kompak melawan Covid-19. Semua diminta menyamakan langkah untuk menekan penularan Covid-19 demi masa depan anak bangsa.

"Protokol kesehatan harus diterapkan, di mana pun kita berada. Kuncinya hanya satu, disiplin," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengajak semua masyarakat untuk membangun kesadaran pentingnya melaksanakan protokol kesehatan. Semuanya harus saling peduli, menghargai dan menghormati satu sama lain agar pandemi ini segera berakhir.

"Kesadaran harus terus dibangun, dan sosialisasi harus terus dilakukan. Karena, kesadaran untuk pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan itu ternyata tidak mudah," kata Ganjar Pranowo. (mdk/lia)

Baca juga:
Dalam Sehari 1.190 Orang Sembuh dari Covid-19, Tertinggi Selama Pandemi
Kasad Sebut Pendidikan di Secapa AD Tetap Berjalan dengan Pengawasan Ketat
25 Mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis UNS Positif Covid-19
Kasad Sebut Sumber Awal Sebaran Covid-19 di Secapa AD Belum Diketahui
Tren Sepeda Kargo di Masa Pandemi

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami