Menkes Minta Bantuan Jepang Jaga Kualitas Mesin Pendingin Vaksin

Menkes Minta Bantuan Jepang Jaga Kualitas Mesin Pendingin Vaksin
Budi Gunadi Sadikin. ©2020 Merdeka.com
NEWS | 26 Juni 2022 20:00 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta bantuan Pemerintah Jepang untuk meningkatkan kompetensi operator dalam merawat mesin pendingin (refrigerator) vaksin di Indonesia.

"Jika berkenan, dapat membantu Indonesia melakukan audiensi secara reguler, bagaimana menjaga kualitas operasi rantai dingin di seluruh wilayah Indonesia. Itu akan sangat-sangat membantu," ujar Budi saat berpidato dalam acara serah terima bantuan mesin pendingin vaksin dari Pemerintah Jepang di JICT Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (26/6).

Budi mengapresiasi kebijakan Pemerintah Jepang yang telah mendistribusikan hampir 7 juta dosis vaksin untuk membantu percepatan program vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

"Saya melihat, bahwa inilah cara komunitas internasional harus bekerja sama. Pandemi adalah masalah yang terlalu besar untuk diselesaikan sendiri, perlu bekerja sama," ujarnya.

Budi menceritakan kemampuan operator di Indonesia dalam mengelola pasokan rantai dingin vaksin yang masih sangat rendah. Dalam kunjungannya ke sejumlah daerah untuk meninjau operasional ruang penyimpanan vaksin, dua dari empat mesin pendingin yang tersedia, ditemukan tidak berfungsi.

"Kemampuan kami dalam menjaga kualitas dan operasional mesin masih rendah. Saya merasa sangat sedih jika memiliki refrigerator besar untuk cold chain box, tetapi tidak berfungsi," ujarnya dilansir dari Antara.

Budi mengatakan masa pakai mesin pendingin umumnya berkisar tiga hingga empat tahun, sehingga diperlukan anggaran yang cukup untuk memastikan agar mesin tetap terawat dalam jangka waktu panjang. Budi menilai masyarakat Jepang sangat telaten dalam merawat serta menjaga barang yang mereka miliki.

"Saya pernah di salah satu unit kerja waktu berada di Jepang. Betapa senangnya melihat warga Jepang, mereka menjaga apa yang dimiliki dengan sangat baik," kata Budi yang pernah bekerja sebagai Staf Teknologi Informasi di IBM Asia Pasifik, Tokyo, Jepang (1988–1994).

Menurut Budi, ketersediaan logistik berupa fasilitas penyimpanan vaksin berkontribusi sebesar 15 persen untuk persiapan negara dalam memenangkan peperangan menghadapi pandemi.

Mesin pendingin yang dimiliki Indonesia saat ini berkisar 44 unit jenis ultra cold storage yang merupakan transaksi pembelian dari UNICEF melalui Fasilitas COVAX. Alat tersebut saat ini telah disebar ke 34 provinsi di Indonesia dan tersedia di PT Bio Farma Bandung, Jawa Barat.

"Jadi saya berharap bantuannya, dapatkah Jepang membantu memperkuat sistem pertahanan kesehatan di Indonesia agar ketika ada perang (pandemi) lagi, Indonesia berpeluang 50 persen untuk memenangkan perang di pandemi berikutnya," katanya. (mdk/rnd)

Baca juga:
Kasus Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 Naik, Menkes: Rate Nasional Masih Terkendali
Waspada! Menkes Budi Prediksi Level Penularan Covid-19 Tanah Air Bakal Meningkat
Jelang 17 Agustus, Kemenkes Siapkan Hasil Sero Survei jadi Basis Kebijakan Pandemi
Menkes Targetkan Seluruh Provinsi di Indonesia Miliki RS Rujukan Jantung pada 2024
Bersiap Hadapi Peningkatan Jumlah Lansia Tahun 2030, Ini Langkah Pemerintah

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini