Menkes Sebut Varian Omicron Memiliki 50 Mutasi

Menkes Sebut Varian Omicron Memiliki 50 Mutasi
Virus Corona. ©2020 Merdeka.com/who.int
NEWS | 28 November 2021 19:18 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan varian B.1.1.529 atau Omicron memiliki 50 mutasi. Jumlahnya meningkat dari temuan dua hari lalu masih memiliki 32 mutasi.

"Mutasinya ada sekitar 50, 30 mutasinya ada di spike protein, di mahkota dari Coronanya," jelasnya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (28/11).

Budi menyebut, mutasi yang ditemukan di Omicron merupakan mutasi terburuk yang pernah teridentifikasi pada varian Alfa, Beta, Delta, dan Gamma. Mutasi pada Omicron dibagi menjadi tiga kelompok.

Pertama, kelompok mutasi yang yang meningkatkan keparahan. Kedua, meningkatkan transmisi penularan. Ketiga, menurunkan antibodi atau efikasi vaksin.

"Untuk kelompok pertama belum ada konfirmasi. Kedua dan ketiga, kemungkinan besar iya, tapi belum konfirmasi," ujarnya.

Mantan Wakil Menteri BUMN ini memaparkan, Omicron dilaporkan ke Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID) pada 9 November 2020. Pada 24 November 2021, Badan Kesehatan Dunia atau WHO melakukan investigasi.

Dua hari setelahnya atau 26 November 2021, WHO menetapkan Omicron menjadi varian of concern (VoC). Varian ini tidak seperti varian lainnya yang melalui status variant of interest (VoI).

"Nah kenapa ini menjadi VoC cepat, karena dia mutasinya sangat banyak," ucapnya. (mdk/lia)

Baca juga:
Menko Luhut soal Varian Omicron: Lockdown Tidak Menyelesaikan Masalah
Cegah Penyebaran Varian Omicron, WNA & WNI dari Luar Negeri Dikarantina 7 Hari
Pemerintah Larang WNA Memiliki Riwayat Perjalanan ke Afrika Selatan Masuk Indonesia
WNI Tiba dari Negara Terdampak Covid-19 Omicron Akan Dikarantina 14 Hari
Varian Omicron, Pakar Sarankan RI Perketat Skrining Bukan Tutup Pintu Masuk
Mengenal Omicron, Varian Baru Covid-19 yang 500 Persen Lebih Menular

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami