Menkes Terawan Dorong Penggunaan Obat Modern Asli Indonesia

Menkes Terawan Dorong Penggunaan Obat Modern Asli Indonesia
PERISTIWA | 22 Februari 2020 08:46 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Menkes Terawan Agus Putranto mendorong penggunaan obat modern yang diolah dari alam Indonesia untuk digunakan secara luas. Terutama di tengah mewabahnya COVID-19 yang membuat produksi bahan baku farmasi di China terhenti sementara.

"Obat modern asli Indonesia (OMAI) ini manfaatnya sangat besar dan sangat baik, sedangkan efek sampingnya sangat kecil, bahkan hampir tereliminir, dianggap tidak ada lah. Jadi menurut saya ini potensi pasar yang luar biasa," katanya ketika berkunjung ke fasilitas Dexa, Cikarang, Jawa Barat, Jumat (21/2).

Dia ingin agar penggunaan obat asli Indonesia lebih banyak digunakan. Alasannya karena bahan bakunya yang merupakan asli Indonesia menunjukkan kebutuhan bahan baku terpenuhi.

Fakta itu sangat penting, karena dengan penggunaan obat dengan bahan baku dari Indonesia bisa menekan harga obat menjadi lebih terjangkau, selain menurunkan tingkat ketergantungan akan impor dari negara lain.

"Untuk mencapai target mengurangi ketergantungan impor bahan baku dan alat kesehatan Kementerian Kesehatan akan melakukan percepatan dengan mendorong investasi bahan baku, produk obat, serta alat kesehatan," jelas Terawan.

1 dari 1 halaman

Virus COVID-19 Buka Peluang Bagi Farmasi dalam Negeri

Terawan mengatakan, wabah COVID-19 yang melanda wilayah China membuka peluang bagi industri farmasi dalam negeri.

"Justru karena ada corona ini menjadi peluang, membuat kita harus berjuang, karena bagaimana pun meski hambatan perdagangan itu dikatakan bisa tetap dibuka tetapi mereka (China) tidak produksi jadi membuat perdagangan menurun. Ini kesempatan dari dalam negeri untuk memperkuat diri," katanya seperti dilansir dari Antara.

Wabah COVID-19 akibat virus corona baru yang terjadi di wilayah China pada akhir 2019 hingga 21 Februari telah menyerang 76.718 orang di 28 negara dan menewaskan 2.247 orang, sebagian besar di daratan China. Wabah itu membuat China mengisolasi beberapa kota, memicu penghentian operasi pabrik termasuk pabrik farmasi.

Kondisi itu berdampak terhadap Indonesia, yang mengimpor sebagian besar bahan baku farmasi dari China.

Namun Menkes mengatakan bahwa persediaan bahan baku farmasi Indonesia masih cukup dan pemerintah mendorong pengembangan produksi bahan baku farmasi dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan kepada negara lain.

"Yang paling penting, terbukti tadi saya lihat dari paparannya persediaan kita memenuhi. Yang paling penting kita menggeliat bahan baku dari dalam negeri yang asli Indonesia terus terpacu untuk meningkat," katanya, menambahkan bahwa pemerintah berusaha mengatasi dampak ekonomi wabah COVID-19.

Dia mengapresiasi industri farmasi yang mendukung strategi pemerintah dalam mengurangi ketergantungan impor bahan baku obat dan alat kesehatan, melalui riset penemuan dan hilirisasi, seperti yang dilakukan Dexa.

Dexa saat ini telah memiliki 18 produk berizin edar fitofarmaka atau obat herbal yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dari 26 produk berizin edar fitofarmaka di Indonesia. (mdk/fik)

Baca juga:
Jika Diperintah Presiden, Menkes Terawan Siap Bantu China Atasi Virus Corona
Menkes: Turis China Positif Virus Corona Bukan Terinfeksi di Bali
Guyonan Menkes Terawan Sebut Rakyat Indonesia 'Kebal' Virus Corona Berkat Doa
Kata Menkes Soal Penjualan Masker Meningkat Drastis
Menkes Terawan Sebut Peserta Karantina Corona Dapat Sertifikat Kesehatan
Pesawat yang Bawa WNI Usai Diobservasi di Natuna Tiba di Halim

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami