Menkes Terawan Ungkap Alasan Pemerintah Belum Bisa Evakuasi 4 WNI di Wuhan

Menkes Terawan Ungkap Alasan Pemerintah Belum Bisa Evakuasi 4 WNI di Wuhan
PERISTIWA | 29 Februari 2020 17:31 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemerintah mengaku saat ini belum bisa mengevakuasi 4 Warga Negara Indonesia (WNI) berstatus mahasiswa yang tertinggal di Wuhan, China. Pasalnya, Indonesia telah menutup penerbangan dari dan ke China.

Penutupan penerbangan itu tak lepas dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyatakan virus corona sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat Internasional (PHEIC).

"Izin sekarang PHEIC-nya sudah berlaku tetap. Sehingga memang tidak ada penerbangan dari Cina ke Indonesia atau sebaliknya," jelas Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto saat dihubungi Liputan6.com, Sabtu (29/2/2020).

Menurut dia, kondisi ini berbeda saat pemerintah mengevakuasi 238 WNI di Wuhan pada 2 Februari 2020. Kala itu, status darurat kesehatan virus corona masih bersifat sementara.

Pemerintah, kata Terawan, baru bisa mengevakuasi 4 mahasiswa di Wuhan setelah WHO mencabut status virus corona sebagai darurat kesehatan global.

"Menunggu sampai status PHEIC nya dicabut oleh WHO. Karena ini ketentuan dunia untuk Ketahanan kesehatan Dunia menghadapi ancaman wabah Corona," jelas Terawan.

Sebelumnya, pemerintah telah mengevakuasi ratusan warga negara Indonesia (WNI) dari Kota Wuhan, China terkait wabah virus corona atau COVID-19 pada 2 Februari 2020 lalu. Namun dari total 245 WNI yang terdata, hanya 238 orang yang bisa dibawa pulang ke tanah air.

Tujuh orang sisanya masih tertinggal di Wuhan. Pemerintah kala itu menyebut, tiga WNI yang berstatus mahasiswa itu tertahan lantaran tidak lolos pemeriksaan kesehatan di bandara. Sementara sisanya menolak pulang karena alasan pribadi.

Namun ternyata bukan hanya tiga mahasiswa yang tertinggal. Mereka yang ingin pulang ke tanah air tapi gagal sejatinya berjumlah empat orang. Sementara yang memutuskan bertahan di Wuhan dan tidak mau dievakuasi berjumlah tiga orang.

"Itu keliru. Bukan empat yang memutuskan bertahan, tapi tiga orang. Sebenarnya ada empat mahasiswa di sini yang ingin pulang," ujar Humaidi Zahid saat berbincang dengan Liputan6.com, Kamis 27 Februari 2020 malam.

Humaidi yang akrab disapa Omed ini merupakan mahasiswa asal Desa Payaman, Solokuro, Lamongan, Jawa Timur yang menempuh studi S2 di Central China Normal University (CCNU), Wuhan. Dia tertinggal di Wuhan lantaran tidak lolos pemeriksaan kesehatan bersama dua mahasiswa lainnya.

Reporter: Lizsa Egeham
Sumber: Liputan6.com (mdk/ded)

Baca juga:
Punya Fasilitas Memadai, Pulau Sebaru Layak jadi Lokasi Observasi Pasien Virus Corona
IDI: Indonesia Masih Negatif Corona, Tapi Ancaman Tetap Ada
Industri Makanan dan Minuman Tak Terdampak Virus Corona
Anies Keluarkan Instruksi Gubernur untuk Waspadai Virus Corona
Antisipasi Dampak Coronavirus, Pemprov Jateng Lakukan 3 Hal Ini
Bak Hotel, Ini Fasilitas Karantina Pasien Corona di Singapura

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami