Menko Luhut & Menkes Terawan Hadiri Pembukaan Wisata Domestik di Bali

Menko Luhut & Menkes Terawan Hadiri Pembukaan Wisata Domestik di Bali
PERISTIWA | 30 Juli 2020 15:32 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Kepala Dinas Provinsi Bali, Putu Astawa menyampaikan, untuk pembukaan Wisatawan Nusantara atau domestik akan diresmikan pada 31 Juli 2020 esok hari.

Namun, untuk saat ini akan dilakukan deklarasi penerapan Tatanan Kehidupan Era Baru atau New Normal yang digelar di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali. Kemudian, dihadiri oleh empat Menteri. Yakni, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Wishnutama Kusubandio, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki, pada sore nanti, Kamis (30/7).

"Pembukaannya besok untuk wisatawan nusantara. Cuman, sekarang deklarasi penerapan tatanan kehidupan era baru. Sebagai, rangkaian dari pembukaan untuk wisatawan domestik, besok," kata Astawa saat dihubungi, Kamis (30/7).

Ia juga menerangkan, saat ditanya apa pertimbangan mendasar membuka wisatawan domestik ketika virus Covid-19 masih terjadi di Pulau Dewata.

Menurutnya, virus Covid-19 sudah lima bulan berjalan dan masyarakat Bali tentu harus harus mendapatkan penghasilan untuk kehidupan sehari-harinya dengan membuka wisatawan domestik.

"Sekarang, memasuki bulan ke-lima di rumah saja. Padahal (masyarakat) mencari pendapatan di luar rumah. Dimana mencari pengasilan," ujar Astawa.

"Pemerintah, menyuruh diam di rumah, jaga kesehatan, prilaku hidup bersih dan sehat. (Terus) Makan apa mereka, terutama (masyarakat) yang cari kerjaan di luar rumah," katanya.

Namun Astawa, juga menyatakan akan
tetapi untuk kesehatan juga jangan diabaikan. Karena, kepentingan ekonomi dan kesehatan harus berjalan dengan seimbang.

"Inilah, new normal atau adaptasi kehidupan baru. Sebagai, jembatan atau solusinya menyeimbangkan antara kepentingan ekonomi, kepentingan kesehatan sebelum vaksi itu ditemukan," ujarnya.

"Kalau sudah ada vaksin semua di vaksin, iya sudah kita normal kembali. Karena, vaksinnya belum ada satu-satunya cara ini adalah menerapkan protokol ini. Jaga kebugaran, pakai masker, mencuci tangan, jaga jarak semprot desikfektan, ukur suhu tubuh. Itulah, cara yang terbaik saat ini untuk bisa melonggarkan aktivitas masyarakat agar ekonomi mereka juga jalan," jelas Astawa.

Ia juga mengatakan, bahwa kepentingan ekonomi dan kesehatan dua-duanya adalah sangat penting. Bukan, hanya kepentingan ekonomi saja.

"Supaya, kepentingan ekonomi dan kesehatan sama-sama bisa berjalan. Bukan kita mementingkan ekonomi, mengabaikan kesehatan. Dua-duanya penting, makannya solusinya adalah protokol kesehatan ini," ungkapnya.

Saat ditanya, apakah tidak ada ketakutan dengan dibukanya pariwisata untuk domestik. Namun, nantinya kasus Covid-19 di Bali kembali meningkat. Menurutnya, dibukanya pariwisata domestik sudah ada pertimbangan yang sudah dilakukan.

"Kalau bicara takut, semua orang juga takut kena penyakit. Tapi, ada pertimbangan-pertimbangan teknis kesehatan, secara teori yang sudah diakui. Dari sisi persentase sembuh di Bali 80,1 persen. Sekarang yang sembuh dibandingkan yang terinfeksi jauh lebih banyak sembuh," terangnya.

"Pemerintah kita, sudah sangat mengakselerasi percepat untuk virus ini bisa dikendalikan melalui pararem Desa Adat. Semua Desa Adat di Bali mempunyai kesepakatan untuk menertibkan masyarakat agar bisa berjalan untuk menerapkan protokol kesehatan," sambungnya.

Menurut Astawa, kalau sudah masyarakat menerapkan protokol kesehatan dan dijalankan dengan baik. Pihaknya, tidak khawatir akan terjadinya transmisi lokal.

"Kita tidak perlu khawatir akan terjadinya tansmisi, karena tracing-tracing maupun diagnositik untuk yang terduga sudah dilakukan. Tracing diperluas dan pengawasan diperketat. Ditambah lagi, nanti orang yang masuk ke Bali bebas Covid-19. Secara teori, itu tidak terjadi transmisi. Kita, apresiasi kepada gugus tugas yang telah melaksanakan kewajiban dengan baik," ujar Astawa. (mdk/rhm)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami