Menko Luhut minta warga lokal diberi kesempatan kerja di Bandara NYIA

PERISTIWA | 29 Agustus 2018 20:33 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - Pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) akan diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di tahun 2019. Saat ini, proyek bandara baru tersebut sudah masuk ke dalam proses konstruksi fisik.

Menanggapi hal itu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan berharap agar warga lokal di lokasi Bandara NYIA bisa mendapatkan peluang kerja. Peluang kerja ini diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan warga sekitar.

"NYIA akan diresmikan Presiden Maret (2019) depan. Semua persiapan sudah jalan. Yang menarik, rakyat yang di situ diberi pekerjaan, misalnya 70 orang jadi steward, ada security dilatih di sana. Saya juga minta jangan hanya security, tapi juga masukkan ke air traffic control," ujar Luhut saat Rakorpusda di Hotel Royal Ambarukmo, Yogyakarta, Rabu (29/8).

Luhut juga meminta agar warga bisa membuka tempat usaha sebagai penyokong adanya Bandara NYIA. Untuk itu, Luhut berharap agar warga diberi kemudahan dalam modal usaha seperti KUR sehingga bisa memiliki tempat usaha.

"Ini supaya warga bisa menikmati perkembangan di sana. Hal detail ini presiden minta agar masyarakat bisa menikmati sehingga jangan ada yang bilang neolib. Apa itu neolib?" ucap Luhut.

Luhut menambahkan adanya Bandara NYIA akan mendorong perkembangan pariwisata di wilayah Joglosemar (Jogja, Solo, Semarang). Perkembangan pariwisata diklaim Luhut bisa menambah devisa negara dan menyejahterakan rakyat.

"Pariwisata salah satu penyumbang devisa yang baik. Bisa membuka lapangan kerja dan pengurangan kemiskinan. Jadi kami (pemerintah) bekerja dengan detail. Semua peluang kita perhatikan dengan baik," tutup Luhut.

Baca juga:
Tol Yogyakarta-Solo akan tersambung akses ke Bandara Kulon Progo
Pekan depan, Bandara NYIA masuk tahap konstruksi
Warga lapor Ombudsman: Pembebasan lahan bandara Yogya rusak tanaman
Menhub: Paling lambat Bandara Kulon Progo dibangun Agustus 2018
Bos AP 1: Pembangunan infrastruktur harus pikirkan dampak pada warga
32 Warga masih bertahan, pengosongan lahan Bandara NYIA libatkan Komnas HAM

(mdk/cob)