Menko PMK Dukung Pariwisata Modern, Tapi Jangan Lupakan Tradisi Lokal

Menko PMK Dukung Pariwisata Modern, Tapi Jangan Lupakan Tradisi Lokal
Menko PMK Muhadjir Effendy di Balai Kota Solo. ©2021 Merdeka.com/Arie Sunaryo
NEWS | 23 November 2021 18:34 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy mengatakan, kehadiran Sirkuit Mandalika bisa membantu kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. Khusus untuk sektor pariwisata.

Muhadjir berharap, tidak hanya sirkuit yang menjadi kebanggaan bangsa, tetapi adat istiadat, serta industri kerajinan akan menjadi daya tarik tersendiri bagi siapapun yang datang ke NTB.

"Sektor pariwisata di NTB penting untuk mulai berjalan meski di tengah pandemi Covid-19. Nanti pembangunan dan rehabilitasi rumah-rumah adat di NTB bisa dilakukan. Sehingga bukan saja sirkuit yang kita tonjolkan, namun juga budaya, rumah adat, dan tenun juga kita maksimalkan," jelas Muhadjir, Senin (23/11).

Sirkuit Mandalika dianggap menjadi salah satu aspek yang lahir dari gagasan revolusi mental. Momentum ini membuka gerbang pariwisata Indonesia di mata dunia. Selain itu, keberadaan Sirkuit Internasional Mandalika juga diharapkan mampu menopang perekonomian Indonesia dengan datangnya para wisatawan mancanegara.

Muhadjir mengharapkan, bukan hanya Lombok dan destinasi wisata prioritas lainnya yang akan dilirik oleh turis mancanegara. Namun berbagai macam objek wisata di daerah lain dapat dimaksimalkan untuk menarik perhatian mata dunia yang bertujuan untuk memajukan perekonomian Indonesia.

2 dari 2 halaman

Pengamat Politik dari IndoStrategi, Arif Nurul Imam, mengatakan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) berhasil membangun semangat gotong royong di tengah gempuran masyarakat yang makin individualis.

“Hampir pasti ada dampak positifnya. Memang tidak terlihat langsung secara kasat mata, melainkan bisa kita lihat dari tumbuhnya kesadaran kolektif di tengah masyarakat. Kita tentu bisa berdebat soal ini, namun indikator itu bisa kita lihat. Misalnya, tumbuhnya gerakan kolektif, tumbuhnya kesadaran gotong-royong di tengah gempuran individualisme,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahadiansyah. Dia mengatakan, GNRM mampu membangun karakteristik manusia yang lebih modern.

“Dampak positif dari gagasan revolusi mental ini tentu bisa dilihat dari semangat gotong royong yang baik. Hal itu bisa dibuktikan dengan pergelaran Pilkada Serentak di akhir tahun 2020 yang berjalan dengan sukses,” kata dia.

Namun, menurut Trubus, pemerintah harus terus melakukan evaluasi agar gagasan revolusi mental bisa berjalan sebagaimana mestinya. Evaluasi yang harus dilakukan misalnya, kolaborasi antara pusat dan daerah, agar informasi yang keluar dari pusat dapat dicerna oleh masyarakat yang ada di daerah.

(mdk/rnd)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami