Menko PMK Muhadjir Sebut Banyak Pemudik Bandel Sebabkan Klaster Keluarga dan Ziarah

Menko PMK Muhadjir Sebut Banyak Pemudik Bandel Sebabkan Klaster Keluarga dan Ziarah
Menko PMK Muhadjir Effendy. ©2020 Merdeka.com
NEWS | 16 Juni 2021 18:35 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut Jawa Barat termasuk sebagai provinsi di Pulau Jawa yang mengalami lonjakan kasus Covid-19. Ia menyebut hal ini sebagai hukuman dari ketidaktaatan saat imbauan larangan mudik hingga pesta pernikahan.

Menurut dia, Presiden Joko Widodo menyebut bahwa Jawa Barat menjadi salah satu wilayah yang harus diperhatikan dalam penanganan Covid-19. Khususnya pengendalian penyebaran virus klaster keluarga.

“Jabar termasuk yang tinggi (kasus Covid-19). Diminta ada perhatian khusus oleh bapak presiden. Ini sebagian (kasus) dari arus balik pascamudik. Kita tahu banyak sekali pemudik yang bandel, nekat, yang kemudian kembali ke wilayah tempat tinggal awal, membawa oleh oleh Covid-19 dan menciptakan klaster keluarga,” terang dia di Bandung, Rabu (16/6).

“Termasuk manten (acara pernikahan). Karena setelah lebaran, kemudian mungkin waktu mudik dapat jodoh kemudian manten, jadilah klaster-klaster akibat dari pesta penganten,” ia melanjutkan.

Selain itu, Humadjir menyoroti trend klaster ziarah di beberapa daerah. Wilayah yang menjadi pusat penyebaran covid-19 klaster ini paling tinggi Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Seperit yang diumumkan kemenkes, yaitu (virus Covid-19 varian baru) Delta yang berasal dari India, udah masuk ke wilayah Indonesia. Karena itu mohon betul-betul dapat perhatian, mematuhi porkes, menambah daya tahan tubuh. Jangan sekali kali mengabaikan protokol kesehatan. Taruhan kita saat ini mau disiplin atau tidak,” ucap dia.

“Kalau tidak disiplin, hukumannya sangat menyakitkan yaitu berkembang biak covid tidak terkendali,” tegas dia.

Disinggung mengenai usulah Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang meminta pemerintah pusat meniadakan libur Iduladha hingga cuti bersama, Muhadjir menyatakan isu tersebut masih dalam tahap pembahasan.

“Sudah ada rapat kemarin untuk membahas hari libur baik itu cuti bersama maupun perorangan sampai bulan Desember. Tapi hasilnya tunggu nanti akan diumumkan tersendiri. yang jelas sudah jadi agenda pemerintah sesuai dengan perintah bapak presiden,” kata dia.

Sementara itu, Gubenrur Jawa Barat, Ridwan Kamil memastikan prosedur penananganan dan pengendalian kasus Covid-19 sudah siap. Salah satu prosedurnya adalah menaikan kapasitas kamar untuk pasien untuk covid-19 di rumah sakit. Caranya, mengkonversi kamar untuk penyakit umum.

“Sekitar 3.000 bed itu sedang kami siapkan total se-Jabar hasil perhitungan dari 30 persen,” kata Ridwan Kamil.

“Berikutnya saya titip, weekend ini diimbau lagi para wisatawan jangan dulu ke Bandung Raya. kapasitas RS sudah 80 persen, kalau ada keteledoran membuat situasi lebih tidak terkendali, nanti dievaluasi 7 hari melalui sebuah hasil yang terukur, apakah ada pelonggaran dan sebagainya, terrmasuk ditaati WFH sebagai bagian pengendalian situasi kedaruratan ini,” ia melanjutkan. (mdk/fik)

Baca juga:
Menko PMK Muhadjir Apresiasi Layanan untuk Ibu Hamil Terpapar Covid-19 di Bandung
Potret Penggali Kubur di Bandung Kelelahan Makamkan Pasien Covid-19
Ada Varian Baru Covid-19, Kemendikbud Ristek Ingatkan Sekolah Tak Bisa Asal Dibuka
Sudah Dua Pekan Isolasi Mandiri, Hasil Tes Swab Gubernur Aceh Masih Positif Covid-19
79 Pegawai Positif Covid-19, Pemprov Jabar Kembali Tutup Gedung Sate
Ridwan Kamil Ingatkan Wisatawan Patuhi Larangan Berkunjung ke Bandung Raya
Varian Covid-19 Masuk RI, DPR Soroti Lemahnya 3T Karena Ada Indikasi Politis

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami