Menko PMK Pastikan Pemerintah Jamin Hidup Anak Ditinggal Orangtua Karena Covid

Menko PMK Pastikan Pemerintah Jamin Hidup Anak Ditinggal Orangtua Karena Covid
Menko PMK Muhadjir Effendy. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 22 Oktober 2021 19:13 Reporter : Lia Harahap

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, menemui 27 anak yang orang tuanya meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Kepada anak-anak tersebut, Muhadjir mengatakan akan menjamin kelangsungan hidup mereka.

"Pemerintah menjamin terhadap anak-anak yang ditinggal orang tuanya akibat terpapar Covid, terutama biaya pendidikan melalui bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP)," kata Muhadjir di Rumah Jabatan Wali Kota Kendari. Demikian dikutip dari Antara, Jumat (22/10).

Muhadjir meminta Pemkot Kendari memastikan anak-anak yatim yang ditinggal orangtuanya akibat Covid tersebut terdaftar sebagai penerima KIP di sekolah masing-masing.

"Tidak hanya untuk pelajar SD, SMP dan SMA, termasuk untuk siswa yang akan masuk kuliah. Saya juga meminta agar anak-anak yatim tersebut mendapat program PKH melalui orang tua wali, karena PKH itu berbasis kepala keluarga, sementara orang tua mereka sudah tidak ada," katanya.

Ia menegaskan pemerintah harus hadir menjadi pembina bagi anak-anak yatim piatu tersebut. Tidak hanya membantu untuk pendidikan, tetapi juga memenuhi kebutuhan dasar lainnya.

Muhadjir juga meminta masyarakat agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari guna memutus mata rantai penyebaran COVID.

"Kita jangan lengah dengan kondisi saat ini, tetap harus waspada dengan cara tetap menerapkan prokes," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Kendari H Sulkarnain Kadir mengaku pihaknya akan mengusahakan semua anak korban COVID-19 tersebut menjadi penerima KIP hingga jenjang SMP yang menjadi kewenangan pemkot untuk mengusulkan.

"Untuk SMA juga akan kami upayakan, termasuk KIP untuk siswa yang akan masuk kuliah. Alhamdulillah bapak Menko PMK sangat antusias, beliau sangat mendukung agar seluruh anak yatim tersebut mendapat KIP hingga kuliah," katanya. (mdk/lia)

Baca juga:
Waspada Ancaman Gelombang Ketiga Covid-19
Jabar Tambah 133 Kasus Positif Covid-19, Jakarta Nihil Kematian
Bandara Kualanamu Kini Bolehkan Anak di Bawah 12 Tahun Terbang, Ini Syaratnya
Update Kasus Positif Covid-19 Per 22 Oktober 2021
Pembukaan Bertahap Harus Tetap Mewaspadai Lonjakan Ketiga Dunia

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami