Menko PMK: Ridwan Kamil Mau Karantina Sebuah Asrama di Sukabumi

Menko PMK: Ridwan Kamil Mau Karantina Sebuah Asrama di Sukabumi
PERISTIWA | 1 April 2020 09:25 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, meski ada Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB, Pemerintah Daerah bisa melakukan karantina dengan skala kecil.

Dia pun mencontohkan, bisa melakukan karantina terhadap RT, RW ataupun asrama. Muhadjir pun menyebut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, yang meminta izin untuk mengkarantina sebuah asrama di wilayah Sukabumi.

"Itu masih mungkin (melakukan karantina). Seperti permintaan Gubernur Jabar yang akan mengkarantina sebuah asrama di Sukabumi," kata Muhadjir, Rabu (1/4).

Saat ditegaskan lagi, asrama apa yang dimaksud? Dia enggan menjelaskan lebih jauh. "Tanya Pak Gubernur Jabar," tukasnya.

1 dari 1 halaman

Sebelumnya, Sebanyak 300 orang terdeteksi positif Covid-19 setelah hasil rapid test atau tes cepat yang digelar sejumlah daerah di Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, hasil tes cepat yang dilakukan selama sepekan terakhir memunculkan fakta baru. Kota Sukabumi menjadi wilayah dengan angka tertinggi baru orang yang terdeteksi Covid-19.

"Di luar dugaan untuk tes di kota Sukabumi. Terjadi hasil tes yang paling besar dari seluruh kota/kabupaten di Jawa Barat," kata Emil dalam siaran langsung Youtube Humas Jabar, Senin (30/3).

Meski tak merinci angka kasus orang terdeteksi positif tersebut, Emil mengaku pihak Pemprov Jabar memerintahkan kepada wali kota Sukabumi untuk melakukan tes tahap kedua. Serta melakukan karantina wilayah parsial.

"Untuk Sukabumi kami masih teliti lonjakannya terjadi dari wilayah mana. Tadi saya duga Depok dan Bekasi, malah lompatannya ada di kota Sukabumi. Tindakan pertama wali kota bisa melakukan karantina wilayah parsial di wilayahnya," ujarnya.

Menurutnya, sekitar 300 orang yang dinyatakan positif itu akan melakukan tes kedua yaitu tes dengan menggunakan tes swab atau pengambilan sampel air liur dari mulut.

Reporter: Putu Merta Surya Putra

Sumber: Liputan6.com (mdk/rnd)

Baca juga:
Stafsus Jokowi Sebut Opsi Darurat Sipil Muncul karena Masyarakat 'Bandel'
3 Kebijakan Anies Baswedan Dibatalkan Pemerintah Pusat
Mengenal Sel Pembunuh T, Pertahanan Terakhir Tubuh Melawan Virus Corona
PLN Disjaya Ungkap Konsumsi Listrik Saat Ada Kerja dari Rumah Justru Turun
Penjelasan Ilmiah Berjemur Sinar Matahari Disebut Bisa Bunuh Virus Corona
105 Pasien Positif Covid-19 Dirawat di RSD Wisma Atlet

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami