Menko PMK Sebut Penyaluran Bantuan Covid-19 di Jabar Sudah 80 Persen

Menko PMK Sebut Penyaluran Bantuan Covid-19 di Jabar Sudah 80 Persen
PERISTIWA | 31 Mei 2020 07:27 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Pemerintah terus berupaya memenuhi kebutuhan penyaluran Program bantuan sosial di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya di provinsi Jawa Barat. Menko PMK Muhadjir Effendy, menyebut penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) di Jawa Barat sudah mencapai 80 persen.

"Di Jawa Barat sudah mencapai 80 persen bantuan yang diberikan oleh pemerintah. Semula, Jawa Barat paling lambat. Sebelum lebaran baru 27 persen. Alhamdulillah sekarang sudah 80 persen. Karena memang medannya relatif sulit di sini," tutur Menko PMK lewat keterangannya, Minggu (31/5).

Dia menuturkan, proses penyaluran BST secara nasional sudah tersalur ke 6,8 juta KPM (75,9%). Sementara, untuk di Jawa Barat sudah tersalur kepada 859.908 KPM (78,7%).

Muhadjir pun ingin sinergi kompak antara program jaring pengaman sosial (JPS) dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Hal itu sangat diperlukan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara merata dan tidak tumpang tindih.

Dia melanjutkan, upaya penyaluran JPS adalah salah satu cara untuk memperbarui data masyarakat miskin yang layak menerima bantuan dari pemerintah. Misal yang sebelumnya tak terdata Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) akan didata dan menjadi penerima bantuan reguler.

"Untuk mereka yang nanti ini termasuk di dalam DTKS baru jadi nanti ada warga yang nanti didata RT RW yang memang memenuhi syarat untuk dipermanenkan nanti akan dimasukkan ke DTKS dan akan mendapatkan bantuan reguler seterusnya. Jadi sampai dampak Covid-19 usai mereka akan tetap mendapatkan bantuan," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Masyarakat Bisa Pulih Tak Terima Bantuan Lagi

Sebaliknya, lanjut dia, untuk masyarakat yang dianggap bisa memulihkan ekonomi pasca pandemi tidak akan dimasukan menjadi penerima bantuan lagi.

"Untuk mereka yang terdampak dan dianggap sudah bisa pulih ketika pemulihan ekonomi terjadi nanti mereka akan berhenti sampai bulan Desember," pungkasnya. (mdk/eko)

Baca juga:
PP PSBB: Pemerintah Jamin Ketersediaan, Bukan Memenuhi Kebutuhan Warga
Menko PMK: Ridwan Kamil Mau Karantina Sebuah Asrama di Sukabumi
Pemerintah Kebut Aturan Main Lockdown
Menko PMK, Menpan RB dan Menag Rapat Bahas Cuti & Libur di 2020
Putus Rantai Kemiskinan, Menko PMK Anjurkan Orang Kaya Nikahi Orang Miskin

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Curhat Siswa Lulusan Tanpa Ujian Nasional

5